Home / Sumba / Luas Areal Serangan Hama Belalang di Sumba 20 Hektare

Luas Areal Serangan Hama Belalang di Sumba 20 Hektare

Sejumlah belalang berada pada tanaman rumput gajah di Desa Tunggorono, Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/1). Saat musim hujan populasi belalang mengalami peningkatan hal ini disebabkan jumlah makanan tumbuhan hijau meningkat sehingga dapat mencukupi kebutuhan makan populasi belalang serta berkurangnya salah satu bagian dari rantai makanan, meningkatnya populasi ini belum sampai merusak tanaman padi. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/
Sejumlah belalang berada pada tanaman rumput gajah di Desa Tunggorono, Jombang, Jawa Timur, Selasa (5/1). Saat musim hujan populasi belalang mengalami peningkatan hal ini disebabkan jumlah makanan tumbuhan hijau meningkat sehingga dapat mencukupi kebutuhan makan populasi belalang serta berkurangnya salah satu bagian dari rantai makanan, meningkatnya populasi ini belum sampai merusak tanaman padi. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Luas areal tanaman padi yang terserang hama belalang di lima kecamatan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur sampai Rabu (13/7) mencapai sekitar 20 hektare.

“Kita dorong agar areal yang terserang hama belalang segera dipanen,” kata Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora kepada Media Indonesia, Rabu (13/7).

Namun Gideon memastikan hasil panen petani bakal berkurang akibat serangan hama tersebut. Karena itu petani tersebut segera menerima bantuan beras dari pemerintah daerah. Lima kecamatan yang terserang hama belalang itu yakni Pandawai, Kahaungueti, Rindi, Pahunga Lodu, dan Haharu.

“Kami siapkan cadangan beras yang menjadi kewenangan bupati sebanyak 100 ton untuk dibagikan kepada warga yang terkena dampak serangan hama belakang,” ujarnya.

Baca Juga :  Wonderful Sumba Island Festival Pecahkan 2 Rekor Dunia MURI

Menurutnya bantuan obat-obatan dari pemerintah sudah mulai tiba di Sumba Timur. Petugas dari pemerintah daerah bersama aparat TNI sudah melakukan penyemprotan pestisida di lokasi konsentrasi belalang.

“Stok obat confidor dan dharmabas masih cukup apalagi dibantu dari pemerintah provinsi. Kami juga menggunakan dana tak terduga dari APBD,”
katanya.

Gideon mengatakan pemerintah daerah belum mengetahui total kerugian yang ditimbulkan serangan hama belakang yang sudah berlangsung selama dua pekan tersebut. Hama belalang harus diatasi secepatnya agar tidak bermigrasi ke lokasi lain. (sumber: mi/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda