Home / Bisnis / Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok di Kupang Tidak Terkendali

Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok di Kupang Tidak Terkendali

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Ketua DPRD Anwar Pua Geno memantu perkembangan harga bahan kebutuhan pokok di pasar Kasih Naikoten 1, Kamis (22/12). Foto: Gamaliel
Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Ketua DPRD Anwar Pua Geno memantu perkembangan harga bahan kebutuhan pokok di pasar Kasih Naikoten 1, Kamis (22/12). Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, hampir seluruh bahan kebutuhan pokok di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai naik harga.

Bahkan harga cabai yang tiga hari sebelumnya naik dari Rp40.000 per kilogram (kg) menjadi Rp70.000 per kg, kini naik lagi menjadi Rp100.000 per kg.

Namun pedagang cabai lainnya masih mempertahankan harga Rp70.000 per kg. “Harga cabai melonjak karena persediaan di pedagang semakin berkurang. Pasokan bawang dari petani terhenti karena cauca buruk,” kata Yulius Taek, pedagang cabai di Pasar Kasih, Kelurahan Naikoten 1 Kupang, Kamis (22/12).

Harga bahan kebutuhan pokok lainnya yang melonjak yakni telur naik dari Rp45.000 per rak isi 30 butir menjadi Rp50.000 per rak. Bawang merah dan bawang putih sama-sama naik dari Rp40.000 per kg menjadi Rp50.000 per kg.

Baca Juga :  Dekat Jaringan PLN, Desa Lekik Masih Gelap Gulita

Harga daging ayam juga naik menjadi Rp30.000 per kg dari harga Rp20.000 per kg, sedangkan harga daging sapi masih normal yakni Rp90.000 per kg.

“Harga daging ayam naik dari peternak, otomatis harga di pasar juga naik,” kata Mutiatun, pedagang ayam di pasar setempat.

Menyusul penaikan harga bahan kebutuhan pokok tersebut, Bank Indonesia Perwakilan NTT Bersama perbankan daerah menggelar operasi pasar (OP) Sembako yang dipusatkan di Pasar Kasih. Satu paket sembako isi beras 3,5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 kg, dan enam bungkus indomi yang dijual seharga Rp50.000 atau lebih rendah dari harga pasar sebesar Rp80.000.

“BI dan perbankan memberikan subsidi sebesar Rp30.000 per paket sembako,” kata Humas BI Perwakilan NTT Hafiz Pratama. (sumber: media indonesia/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda