Home / Daerah / Listrik Menyala, Ekonomi Warga 3T Menggeliat

Listrik Menyala, Ekonomi Warga 3T Menggeliat

Foto: PLN NTT
Foto: PLN NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Senyum bahagia terus tersungging dari wajah Dominica Rinesi, seorang pengrajin tenun di Desa Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagaimana tidak, akhirnya dirinya bisa merasakan cahaya listrik, setelah diberikan bantuan listrik gratis dari PLN dan ESDM, Rabu (14/8/2019).

Menurut Ibu dua anak ini, sebelum ada listrik dirinya hanya berhasil menyelesaikan  satu kain tenun ukuran besar dalam satu bulan, namun dengan masuknya listrik di rumah mereka, dirinya mampu menyelesaikan 3-4 kain tenun dalam satu bulan, artinya pemasukan keluarga naik hingga 2 kali lipat.

Dirinya berkisah, kain tenun merupakan sumber penghasilan tambahan untuk menyekolahkan kedua anaknya Raimond Aldino Runesi dan Elizabeth Runesi, yang saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar.  Satu kain tenun biasanya dibandrol dengan harga Rp300.000-Rp1.500.000, dengan makin banyak dirinya berhasil menyelesaikan kain tenun maka tambahan rejekipun akan semakin meningkat.

Baca Juga :  MKI-PLN Gelar Workshop Kupas RUKD NTT

Sebelum ada listrik biasanya Dominica hanya mampu menenun dari pagi hingga sore hari, karena malam harinya penerangan terbatas hanya dari pelita, sementara bagi keluarganya untuk membeli bahan bakar pelita terlalu mahal.

“Dulu satu bulan keluarga kami harus mengeluarkan uang sebesar 75.000 rupiah untuk membeli minyak sebagai bahan bakar pelita, namun sekarang dengan adanya listrik, kami hanya perlu menyisihkan Rp 20.000-30.000 untuk 2 bulan” ungkap Dominica

Diakui Dominica kehadiran listrik sangat penting untuk keluarganya, selain kini dirinya bisa menenun lebih banyak baik di pagi maupun malam hari, yang terpenting adalah anaknya bisa belajar dengan tenang dimalam hari, dan diharapkan prestasi belajarnya pun meningkat.

“Anak kami bisa belajar dimalam hari adalah hal yang sangat kami syukuri, sebelumnya ketika pakai pelita, anak-anak mengeluh sakit mata karena terkena asap pelita”. ungkapnya

Baca Juga :  Dalam Dua Jam, Sumba Timur Diguncang 7 Kali Gempa

Setelah ada listrik, keluarganya bisa mendapatkan informasi dari luar desa, maklum desa mereka sangat jauh dari kota, jadi masuknya informasi sangat penting bagi keluarga tersebut.

Meski berada jauh di pedalaman Kupang, Kelistrikan di Desa Sonraen tentu sangat diperhatikan, hal ini sebagai upaya PLN untuk menjaga kedaulatan NKRI melalui infrastruktur kelistrikan, serta menciptakan keadilan energi bagi seluruh warga Indonesia.

Wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah yang sedang digalakkan percepatan listrik desanya. Hal ini demi mengejar target ratio elektrifikasi didaerah tersebut.

Pembangunan kelistrikan desa yang tengah digarap PLN mandapatkan apresiasi dari Lurah setempat, Is Ataupah yang mengungkapkan sejak adanya listrik banyak membantu kegiatan warga dan meningkatkan perekonomian warga.

“Bantuan listrik gratis adalah hal yang ditunggu-tunggu warga, kami akan membantu untuk proses pelistrikan dan juga perawatannya,” pungkas Is Ataupah. (pln)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda