Home / Humaniora / Lima Desa di Timor Tengah Selatan Tergenang Banjir

Lima Desa di Timor Tengah Selatan Tergenang Banjir

banjir2

Bagikan Halaman ini

Share Button

KUPANG—LINTASNTT.COM: Lima desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur tergenang banjir dengan ketinggian antara 30-40 sentimeter (cm) sejak Jumat (21/6) petang dan masih berlangsung hingga Sabtu (22/6).

Lima desa yang tergenang banjir ialah Bena dan Oebelo di Kecamatan Amanuban Selatan, dan tiga desa lainnya di Kecamatan Kualin yang berbatasan dengan Amanuban Selatan yakni Kiufatu, Toineke dan Tuafanu. Banjir terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak Kamis (19/6) malam.

Bupati Timor Tengah Selatan Paul Viktor R Mella mengatakan banjir juga mengenangi ratusan hektare areal persawahan yang siap panen. Ia memastikan tanaman padi yang terendam banjir bakal gagal panen. “Banjir berasal dari beberapa sungai kecil yang muaranya tidak menuju ke laut,” katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu.

Baca Juga :  Angin Kencang Terbangkan Atap SDN Umatawu

Ia mengatakan fasilitas lainnya yang terendam banjir yakni gedung sekolah, kantor desa, dan sumber air bersih. Di Desa Bena misalnya banjir mengenangi 50 hektare tanaman padi. Adapun di Desa Belo banjir mengenangi 180 hektere tanaman padi siap panen.

Saat ini ratusan warga yang rumahnya dilanda banjir telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman seperti di puskesmas, kantor desa, dan rumah penduduk lainnya yang tidak terkena banjir. “Sektor terkait seperti Dinas pekerjaan umum dan perusahaan daerah air minum sudah diminta untuk mendistribusi air bersih ke lokasi bencana, sedangkan dinas kesehatan bertugas memeriksa kondisi kesehatan anak-anak dan para warga lanjut usia,” katanya.

Baca Juga :  Rumah Perempuan Kupang Gelar Seminar PTPPO

Selain itu dinas sosial telah menyiapkan kebutuhan pokok dan peralatan masak seperti kompor dan tenda penginapan sekaligus memobilisasi tim gegana. “Saya pimpin rapat untuk mendiskusikan penangulangan kejadian bencana di lokasi bencana bersama seluruh pimpinan teknis satuan kerja perangkat daerah,” ujarnya. Saat ini lanjut Dia, petugas dan warga waspada mengantisipasi banjir susulan atau banjir meluas ke desa lainnya. (GBA)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda