Home / Bisnis / Lewat Program Electrifying Lifestyle, Usaha Mebel Erik Djo Untung 30%

Lewat Program Electrifying Lifestyle, Usaha Mebel Erik Djo Untung 30%

Foto: Dok PT PLN
Foto: Dok PT PLN

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Program Electrifying Lifestyle PT PLN UIW Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diminati masyarakat.

Seperti Erik Djo, 33, pengusaha mebel di Jalan Karet, Matani, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sejak menerapakan program Electrifying Lifestyle, usahanya mengalami peningkatan. Electrifying Lifestyle adalah gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan.

Menurut Erik, peralatan yang ia gunakan dalam usaha tersebut, mengunakan tenaga listrik seperti planer, bor, mesin diesel, gergaji tangan, mesin amplas atau sander, serta mesin propil. “Dengan menggunakan mesin listrik kami lebih banyak menerima pesanan berupa kursi, meja, lemari, pintu, dan mendapatkan keuntungan yang cukup baik sekitar 30 persen,” ujarya, Senin (13/1/2020).

Baca Juga :  Medah dan Deno Kamelus Gagas'Masyarakat Ekonomi NTT

Dia mencontohkan, jika pelanggan memesan empat pintu, penyelesainnya membutuhkan waktu selama tiga hari. Lain halnya jika mengunakan mesin listrik, pekerjaan itu dapat diselesaikan dalam dua hari atau lebih cepat jika mengunakan tidak mengunakan peralatan mesin. “Satu hari bisa selesaikan 1-2 pintu,” ujarnya.

Karena itu, pada Desember 2019, ia menambah daya dari 2,200 VA menjadi 3.500 VA, Menurut Erik, proses penambahan daya selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Prosesnya cepat dan pastinya membantu jalannya pekerjaan, khususnya kami di mebel yang menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan kelistrikan,” kata Erik. Bagi Dia, adanya kemudahan listrik dari PLN, sangat membantunya untuk mengembangkan usahanya.

Erik yang membangun usahanya sejak 12 Desember 2012 tersebut, berharap terus berkembang.Bahkan saat ini, dia telah membuka lagi usaha yang sama di kawasan BTN Kolhua, Kecamatan Maulafa. “Usaha saya ini dibangun dengan modal perorangan, namun sistem perkerjaan dilakukan secara kelompok,” ujar lulusan teknik sipil, Universitas Nusa Cendana tersebut. (pln)

Baca Juga :  Asia Mangan Grup Bangun Smelter di Belu

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda