Home / Bisnis / Layanan Keuangan Digital di NTT Terkendala Infrastruktur

Layanan Keuangan Digital di NTT Terkendala Infrastruktur

Bagikan Halaman ini

Share Button
Layanan Keuangan Digital/Foto: jurnalasia.com

Layanan Keuangan Digital/Foto: jurnalasia.com

Kupang–Lintasntt.com: Keterbatasan infrastruktur dan kondisi alam menjadi masalah utama perluasan layanan keuangan digital (LKD) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kondisi seperti itu mengakibatkan hanya tiga dari 23 kabupaten dan kota di daerah itu yang direkomendasikan menggunakan layanan ini yakni Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Manggarai Timur.

Tiga daerah ini memiliki fasilitas yang dinilai memadai meliputi pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), agen LKD, kualitas sinyal telepon, lembaga perbankan dan ATM, prasarana jalan, dan ketersediaan pasokan listrik.

Ekonom Universitas Widya Mandira Kupang Thomas Ola Langoday mengatakan itu dalam acara ‘Sosialisasi Hasil Kajian Potensi LKD dan Intermediasi Perbankan dengan Pelaku Usaha di Kupang, Rabu (30/9). “Listrik di sejumlah kabupaten tiga kali mati dalam satu hari. Orang tidak bisa cas handphone. Akibat lainnya Layanan keuangan perbankan tidak berjalan normal,’ ujarnya.

Baca Juga :  Bank NTT Serahkan Bantuan CSR ke Kota Kupang

Ia mengatakan daerah yang tingkat pemadaman listrik tinggi, belum direkomendasikan untuk layanan digital keuangan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Muhammad Syahrial mengatakan program pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menargetkan kedaulatan keuangan melalui inklusi keuangan mencapai 50% penduduk Indonesia. Karena itu, agar akses terhadap layanan keuangan dapat dinikmati oleh seluruh warga negara, LKD harus dilakukan di seluruh daerah.

Akan tetapi kondisi infrastruktur dan alam NTT yang berupa kepulauan, menjadi kendala perbankan untuk memberikan layanan kepada masyarakat terutama yang bermukim di wilayah daerah terpencil dan perdesaan. Keterbatasan layanan perbankan juga tidak terlepas dari perhitungan skala ekonomis operasional bank dan pertimbangan bank mengenai distribusi penduduk yang akan dijangkau.

Baca Juga :  Populasi Sapi di NTT Capai 1,3 Juta Ekor

“Akibatnya terdapat disparitas layanan perbankan dalam menjangkau seluruh daerah,” kata Dia.

Menurutnya, perbandingan jumlah penduduk dengan jumlah rekening tabungan yang dimiliki masyarakat tergologn besar, yakni dengan tingkat penetrasi 105%. Namun angka itu disebabkan satu penduduk dewasa memiliki lebih dari satu rekening tabungan. Begitu juga sebaran kepemilikan tabungan masih terdapat perbedaan signifikan antara kabupaten lama dengan kabupaen yang baru terbentuk.

Kabupaten dengan penetrasi terendah terdapat di Manggarai Timur sebesar 17,65%, Sumba Barat Daya 35,46%, dan Nagekeo 43,68%, sedangkan penetrasi tertinggi terdapat di Sumba Barat 209,19%, Kota Kupang 196,37%, dan Kabupaten Kupang 168,10%. (gma/rr)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda