Home / Humaniora / Kupang Menuju Kota Tangguh Bencana

Kupang Menuju Kota Tangguh Bencana

Bagikan Halaman ini

Share Button
Foto: Ellya Djawas

Foto: Ellya Djawas

Kupang–Lintasntt.com: Kepala Bappeda Kota Kupang Elly Wairata membuka worskhop disseminasi dan pencanangan kota kupang menuju kota tangguh bencana, Selasa (13/10).

Ia mengatakan dokumen kajian kerentanan perubahan iklim Kota Kupang yang telah selesai di kerjakan adalah esensial dalam arti bisa memberikan gambaran awal apa dan dimana kerentanan kota terkait perubahan iklim.

Namun harus di dukung dengan berbagai informasi lain yang terkait agar dokumen tersebut bisa menjadi informasi yang bermanfaat dalam merencanakan pembangunan kota.

“Rencanan Aksi Daerah (RAD) yang telah disusun bersama antar pihak, menjadi langkah awal pemerintah bersama stakeholder lain dalam menyatukkan langkah menuju kota yang lebih tangguh,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda NTT dan Waskita Karya Gelar Operasi Katarak Gratis

Ia mengharapkan RAD lebih memperhatikan Visi dan Misi pembangunan Kota yang tertuang dalam RPJMD dan juga RTRW Kota Kupang. Visi Kota kupang mewujudkan kota Kupang sebagai kota berbudaya, Modern, Produktif dan nyaman yang berkelanjutan, “katanya.

Rencana aksi daerah yang disusun bersama antar pihak, bisa nebjadi langkah awal pemerintah bersama stakeholder lainnya dalam menyatukan langkah lebih tangguh.

Kota kupang yang dicita-citakan adalah kota yang membangun dengan asas budaya, mampu menjamin kesejahteraan warga dan memperhatikan aspek keberlangsungan generaasi mendatang.

“Masyarakat ingin memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan adalah untuk masa yang akan datang, untuk generasi yang akan datang bukan hanya untuk mencapai kesenangan sesaat. Kota kupang adalah kota strategis kota yang akan berkembang menjadi pusat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia.

Baca Juga :  Jokowi Berkurban Sapi Seberat 1 Ton di Kupang

Sementara itu Andrys Erawan dari UNDP mengatakan kajian mengenai kerentanan Kota Kupang dilakukan sejak 2014 yang  diikuti rencana aksi yang melibatkan BPBD, Bappeda dan SKPD.
Saat ini dokumen kajian tersebut telah diserahkan ke pemerintah yang bertugas melakukan menitoring seusai perubahan iklim di Kota Kupang. (rr)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda