Home / Humaniora / Kuburan Berusia 3.000 Tahun Ditemukan di Situs Lambanapu

Kuburan Berusia 3.000 Tahun Ditemukan di Situs Lambanapu

Dok Retno Handini dari Laman MI
Dok Retno Handini dari Laman MI

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Arkeolog menemukan puluhan rangka manusia dan kubur tempayan di Situs Lambanapu di Desa Lamabanapu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Situs Lambanapu diperkirakan sudah dihuni sejak 2.000 tahun lalu meski ada kemungkinan bisa juga (kuburan) yang bawah 3.000 tahun, dan kontemporer dengan situs yang ditemukan di pulau lain seperti Sumatera, Bali, Jawa, Nusa Tenggara, dan Maluku. Bukti persebaran penutur Austronesia yang merupakan leluhur orang Indonesia, ” kata Retno Handini, Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Minggu (21/4).

Menurut Retno, Situs Lambanapu menjadi sangat penting bagi pemahaman leluhur orang Indonesia. Penggalian di lokasi situs ini sudah berlangsung sejak 2016 atau sejak empat tahun terakhir. “Tahun ini, ekskavasi (penggalian) dimulai 5-30 April,” ujarnya.

Baca Juga :  Komputer Terbatas, Sekolah di Kupang Pinjam Laptop Siswa

Kubur tempayan yang ditemukan tersebut terdiri dari tiga susun, padahal umumnya kuburan di Sumba hanya terdiri dari dua susun. Menurut Retno, situs Lambanapu adalah situs terpenting di Indonesia karena tinggalan yang ada merupakan bukti pendudukan awal Penutur Austronesia di Pulau Sumba.

Berdasarkan pertanggalan awal kata Retno, setidaknya situs tersebut sudah dihuni sejak 2.800 tahun lalu dan terus berlanjut dalam waktu yang belum diketahui. Situs hunian sekaligus kuburan bagi penghuninya.

Dari data arkeologi tergambar kehidupan sebuah komunitas dengan populasi yang cukup banyak mengandalkan mata pencarian berladang.

Sudah mengenal konsepsi kepercayaan terlihat dari sistem penguburan yang bervariasi ada penguburan dengan tempayan dan penguburan tanpa wadah. Kubur-kubur itu menunjukkan stratifikasi sosial pada masyarakatnya,” kata Retno. (mi

Baca Juga :  Program Pro Rakyat Berhasil, Jonas Salean Kebanjiran Penghargaan

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda