Home / Bisnis / KPPTSP NTT Gelar Temu Teknis Pengusaha

KPPTSP NTT Gelar Temu Teknis Pengusaha

Bagikan Halaman ini

Share Button

 Kupang–Lintasntt.com: Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumpulkan 43 pengusaha di Kota Kupang, Rabu (17/6) untuk menyamakan presepsi mengenai mekanisme pelayanan di kantor tersebut.

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Peternakan dan pengusaha ternak. “Kita juga membahas sumbangan pihak ketiga, termasuk pengeluhan dari pengusaha yang berkaitan dengan proses pelayanan,” kata Kepala KPPTSP NTT Yohakim Kotan kepada wartawan.

Yohakim mengatakan pengusaha mengeluh karena selama ini pengurusan izin usaha di dinas teknis berbelit-belit dan membutuhkan waktu lama. Berbeda pengurusan izin di KPPTSP paling lama hanya satu hari.

Bahkan saat ini KPPTSP tengah merancang sistem online bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna memudahkan pengurusan surat-surat. Jika sistem ini sudah beroperasi, ia memastikan tidak ada lagi pengeluhan dari pengusaha terkait izin. “Kalau sudah online dengan SKPD, dokumen yang kita butuhkan langsung dikirim secara online, sehingga pegawai di dinas teknis tidak perlu mengantar dokumen itu ke KPPTSP,” kata Dia.

Baca Juga :  Buka Puasa dan Beramal 'Makan Sepuasnya' di Gourmet Coffee Shop Aston Kupang Hotel

Ia mengatakan jika sistem online sudah jalan, tugas KPPTSP tidak hanya terbatas pada pengurusan administrasi seperti saat ini, tetapi juga menjalankan fungsi teknis seperti penananganan persoalan yang berkaitan dengan ternak. Namun untuk menjalankan sistem online, menurut Dia, KPPTSP masih harus melakukan pembenahan terutama di bagian sumber daya manusia (SDM).

“Harapan kita persoalan yang berkaitan dengan masalah teknis ada di KPPTSP,” ujarnya.

Hengki Martuanto, peserta pada pertemuan tersebut mengeluh pengurusan izin usaha selalu membutuhkan waktu lama dan persyaratan yang rumit. Hengki memasok telur ayam ke Kupang dari Blitar, Jawa Timur minta pemerintah membenahi administrasi perizinan sehingga tidak merugikan pengusaha. (Gamaliel)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda