Home / Humaniora / Korban Meninggal akibat DBD di NTT Bertambah jadi 16 Orang

Korban Meninggal akibat DBD di NTT Bertambah jadi 16 Orang

Ilustrasi/foto: web
Ilustrasi/foto: web

Bagikan Halaman ini

Share Button

Maumere-Korban meninggal akibat wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berjatuhan.

Sampai Rabu (19/2) korban meninggal mencapai 16 orang atau bertambah dua orang dari satu hari sebelumnya 14 orang. Penambahan korban meninggal masing-masing berasal dari Kabupaten Sikka dan Lembata.

Sedangkan korban yang menjalani perawatan di seluruh kabupaten dan kota sejak Januari sampai 19 Februari mencapai 1.506 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus mengatakan korban DBD di Sikka seorang bocah laki-laki berusia empat tahun. Awalnya sang bocah didiagnosa menderita demam tifoid dan dirawat di sebuah rumah sakit di Kecamatan Lela, Sikka selama sembilan hari.

Baca Juga :  5.294 Polisi Amankan Perayaan Natal di NTT

Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit TC Hillers di Maumere, ibu kota Sikka. Namun, hasil pemeriksaan, bocah tersebut menderita DBD komplikasi tifoid. “Kami curiga dia terjangkit DBD di rumah sakit sebelumnya,” kata Petrus Herlemus. Korban meninggal setelah satu hari menjalani perawatan di Rumah Sakit TC Hillers.

Menurutnya, saat ini Pemerintah Kabupaten Sikka telah mengeluarkan intruksi kepada seluruh camat hingga kepala desa melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal untuk memberantas jentik nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab DBD. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda