Home / Bisnis / Komisi XI DPR Kunjungi Klaster Sapi Binaan BI di Fatukoa

Komisi XI DPR Kunjungi Klaster Sapi Binaan BI di Fatukoa

KUR Kelompok Klaster Sapi 'Noetnana'?Foto Gamaliel
KUR Kelompok Klaster Sapi 'Noetnana'?Foto Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Rombongan anggota Komisi XI DPR RI mengunjungi  kelompok tani penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kelompok Klaster Sapi ‘Noetnana’ dan ‘Sehati’ di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kupang, Rabu (23/3).

Mereka menyaksikan langsung aktivitas usaha penggemukan dan pembibitan sapi terintegrasi binaan Kantor Perwakilan BI NTT tersebut.

Rombongan anggota DPR dipimpin Ketua Komisi XI Muhammad Prakosa, dan 5 anggota yakni Hendrawan Supratikno, Indah Kurnia, Melchias Marcus Mekeng, Evi Zainal Abidin, dan Johnny G. Plate.

Mereka juga berdialog kelompok tersebut yang juga sudah berhasil mengakses dan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk kegiatan produktif.

Ketua Kelompok Klaster Sapi Neotnana Daniel Aluman mengatakan kelompoknya mendapat bantuan dana dari Bank NTT sebesar Rp45 juta untuk mendanai pengemukan sapi sejak 2014. Saat ini kelompok yang dibangun sejak tahun 2010 tersebut telah memiliki 74 sapi atau bertambah 14 sapi dari sebelumnya 60 sapi.

“Kami mendapat bantuan ilmu dan dan dana dari BI,” ujarnya kepada lintasntt.com.

Bantuan ilmu antara lain melakukan studi banding di sejumlah lokasi peternakan di Lamongan, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. “Di sana seluruh aktivitas sapi dilakukan di dalam kandang, beda dengan yang kami lakukan sebelum studi banding yaitu mengikat sapi di padang,” kata Dia.

Baca Juga :  Wakil Bupati Flotim Temukan Penyimpangan Manifes Kapal Tol Laut

Prospek Bisnis

Kepala Kantor Perwakilan BI NTT Naek Tigor Sinaga mengatakan kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKM yang memiliki prospek bisnis yang baik dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan (feasible), namun belum memenuhi persyaratan agunan (bankable).

Dia menyebut sektor usaha yang diharapkan dapat dibiayai KUR yaitu sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan dan perdagangan yang terkait.

Dalam mendukung keberhasilan KUR untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, Bank BI memiliki peran yang strategis diantaranya sebagai counterpart untuk mendukung pelaksanaan tugas tim Monitoring dan Evaluasi KUR yang beranggotakan instansi dan SKPD terkait, Bank dan Perusahaan Penjamin.

Selain itu, dalam rangka memfasilitasi penyaluran KUR sebagai bentuk kerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait, BI juga turut aktif dalam melakukan sosialisasi KUR kepada para pelaku UMKM.

Baca Juga :  Bulog NTT Gelar OP Sembako Sampai Desa Terpencil

Untuk yang ketiga, BI memberikan informasi data calon potensial debitur KUR, seperti contohya klaster sapi binaan KPw BI Provinsi NTT.

Berdasarkan hal tersebut, katanya pada hari ini juga BI bersama 5 bank umum penyalur KUR, yaitu Bank NTT, BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN menggelar bazaar KUR untuk menyosialisasikan ketentuan dan manfaat KUR kepada kurang lebih 25 kelompok tani potensial di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa.

“Suku bunga KUR yang turun dari sebelumnya 12 persen menjadi sembilan peren (efektif per tahun) dengan plafon sampai dengan Rp500 juta (KUR Ritel) tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelaku UMKM untuk memanfaatkan KUR dalam upaya meningkatkan kapasitas usahanya,” katanya.

Mencermati perkembangan data penyaluran KUR di NTT pada Laporan Bank Umum (LBU) yang disampaikan kepada Bank Indonesia tidaklah mengecewakan. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda