Home / Daerah / Komisi V DPR-Satker BWS NT 2 Survei Rencana Bendungan di Semau

Komisi V DPR-Satker BWS NT 2 Survei Rencana Bendungan di Semau

Ketua Komisi V DPR Fary Francis Melakukan Kunjungan Kerja di Pulau Semau, Minggu (6/1). Foto: Lintasntt.com
Ketua Komisi V DPR Fary Francis Melakukan Kunjungan Kerja di Pulau Semau, Minggu (6/1). Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis bersama Satuan Kerja (Satker) Bendungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara (NT) 2 melakukan survei terhadap lokasi pembangunan bendungan dan embung di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

Survei terhadap lokasi pembangunan bendungan setelah adanya permintaan pembangunan bendungan dari warga setempat. “Ada permintaan dari masyarakat bangun embung dan bendungan untuk menyediakan air bagi pertanian di empat desa,” kata Fary Francis kepada wartawan di Kupang, Rabu (8/1).

Empat desa itu terletak di Kecamatan Semau yakni Uitao, Letbaun, Bokonusan, dan Otan.

Sesuai hasil survei menurut Fary, lokasi tersebut potensial untuk pembangunan embung tahun ini, namun untuk pembangunan bendungan, masih butuh izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Pasalnya genangan air bendungan diperkirakan akan mencapai kawasan hutan lindung.

Baca Juga :  Disnakertrans NTT Ajukan Ranperda Awasi Pekerja Asing

“Selain itu, kalau benar usulan dari masyarakat itu tidak ada masalah lahan, kita pastikan akan dibangun pada 2020,” kata Fary.

Dengan membangun embung dan bendungan, diharapkan produktivitas pertanian meningkat. Lahan kering di desa-desa tersebut diolah dan ditanami tanaman hortikultura yang nantinya dijual ke Kota Kupang. Apalagi, saat ini transportasi Kupang-Semau dan sebaliknya sudah lancar dengan dibangunnya dermaga Fery sejak beberapa tahun lalu. “Pembangunan embung besar menjadi satu kebutuhan di Semau,” ujarnya.

Selain itu, bendungan juga bisa dimanfaatkan menjadi obyek wisata, selain obyek wisata lainnya di pulau yang berjarak sekitar lima mil dari Kota Kupang itu.

Menurut Fary, dari 14 desa di Pulau Semua, hampir semua sudah memiliki embung seperti Desa Uiasa, Etbaun, Otan, dan Uilelot. Desa lainnya juga akan dibangun embung dengan kapasitas tampungan antara 1-2 juta meter kubik air, selain rencana pembangunan bendungan yang akan menampung air antara 10-20 juta meter kubik air. (sumber: mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda