Home / Nasional / Komisi V DPR Penuhi Kebutuhan Dana PDAM Kota Kupang

Komisi V DPR Penuhi Kebutuhan Dana PDAM Kota Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button
Foto: Gama

Foto: Gama

Kupang—Lintasntt.com: Anggota Komisi V DPR Fary Francis mengatakan pihaknya akan memenuhi kebutuhan dana Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang untuk menyedikan air bersih bagi warga di daerah itu.

Sesuai keterangan Wali Kota Kupang Jonas Salean dalam pertemuan bersama anggota Komisi V DPR, Rabu (12/3), untuk mengejar target  Tujuan Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals/MDGs) pada 2015, PDAM Kota Kupang membutuhkan dana sebesar Rp30 miliar pada tahun ini.

Namun sebelumnya DPR telah mengalokasikan dana sebesar Rp9 miliar ke PDAM, kemudian ditambah alokasi dana dari APBD Kota Kupang sebanyak dua kali masing-masing Rp2,5 miliar serta dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp5 miliar. Sehingga sisa kebutuhan dana PDAM Kota Kupang untuk mengejar target MDGs sebesar Rp11 miliar akan dialokasikan dalam APBN Perubahan.

Baca Juga :  Pagi Ini, AJI Kupang Gelar Konferensi Pilih Ketua

Dana tersebut dimanfaatkan untuk permbangunan jaringan perpipaan, penjaringan pelanggan baru mencapai 10 ribu rumah dari saat ini hanya sebesar 1.000 pelanggan, serta pembukaan sumur bor baru.

Ia mengatakan pelayanan air minum di Kota Kupang dilayani oleh PDAM Kota Kupang, PDAM Kabupaten Kupang dan air curah badan layanan umum daerah (BLUD), akan tetapi debit air baru mencapai 650 liter per detik. Padahal untuk memenuhi target MDGs, kata Dia, debit air minimal mencapai 1.250 liter per detik.

Saat ini kata Dia, PDAM Kota Kupang mengelola 14 sumur bor, tiga air permukaan, sedangkan PDAM Kabupaten Kupang mengelola 12 sumur bor, sembilan air permukaan, serta air curah BLUD Bendungan Tilong yang dikelola Pemprov NTT.

Baca Juga :  Pesiarah Semana Santa Menurun

“Salah satu kendala ialah adanya dua PDAM di Kota Kupang menjadikan pelayanan air minum tidak terintegrasi secara baik,” ujarnya. Ia mengatakan Kota Kupang dibentuk sejak 18 tahun lalu, berpisah dari Kabupaten Kupang, akan tetapi PDAM Kabupaten Kupang belum diserahkan ke Kota Kupang. Padahal seluruh pelanggaran PDAM Kabupaten Kupang adalah warga Kota Kupang, begitu pula pelanggan PDAM Kota Kupang. (gba)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda