Home / Hukum / Koki Hotel ‘On The Rock’ Kupang Dibunuh dan Dibuang di Karang

Koki Hotel ‘On The Rock’ Kupang Dibunuh dan Dibuang di Karang

Bagikan Halaman ini

Share Button
Jenasah Markis Mako/Foto: gamaliel

Jenasah Markis Mako/Foto: gamaliel

Kupang–Lintasntt.com: Markis Mako, 35, Koki Hotel ‘On The Rock Kupang’ ditemukan tewas tidak jauh dari ruas Jalan Piet Tallo, Kelurahan Oesapa, Kamis (4/6) sekitar pukul 09.30 Wita.

Jenasah ditemukan di antara karang di RT 51 RW 16 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima. Jenasah ditemukan oleh dua pemulung bernama Yakob Antonius Ludji dan Paskalis Martono kemudian dilaporkan ke warga setempat sebelum diteruskan ke polisi.

Tangan kanan korban terlihat tidak utuh, serta terdapat luka di kepala dan di dada diduga luka tusuk. Saat ditemukan korban masih mengenakan seragam serta papan nama sehingga identitasnya langsung dikenal warga.

Penemuan jenasah tersebut mengundang warga yang bermukim di RRS Oesapa berdatangan serta warga yang melintas di Jalan Piet Tallo menghentikan kendaraan mereka untuk melihat jenasah dari dekat. Korban adalah waqrga RT 08 RW 03 Kelurahan Oesapa Barat memiliki istri dan dua anak, dilaporkan hilang sejak Minggu (24/5) atau 11 hari sebelum ditemukan.

Baca Juga :  Uang Rp9,8 Juta Rusak Kena Tembakan Polisi

“Awalnya kami mengira boneka, tetapi setelah diteliti ternyata benda tersebut adalah sosok mayat dan pada bajunya terdapat papan nama bertuliskan Markis Mako,” kata Ludji kepada wartawan.

Kapolres Kupang Kota Ajun Komisaris Besar (AKB) Musni Arifin mengatakan isteri korban bernama Tripola Ataupah telah melaporkan suaminya hilang sejak 26 Mei 2015. Polisi kemudian melakukan pencarian dan menemukan sepeda motor korban di jalur 40.

“Kami melakukan pencarian ke berbagai tempat tetapi tidak menemukan korban, baru ditemukan saat ini,” ujarnya. Menuurut Dia, polisi sudah mengantongi identitas orang yang terakhir bersama korban. “Kata istrinya sebelum hilang, suaminya menelepon ia akan dijemput teman-temannya,” kata Dia.

Menurutnya, polisi masih menyelidiki kemungkinan korban dibunuh atau terjatuh. “Kuncinya ada pada orang terakhir bersama korban,” ujarnya. atau Jenasah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit WZ Johannes Kupang untuk diotopsi. (gamaliel/mi)

Baca Juga :  Frans Ajak Masyarakat NTT Kembali Bersatu

 

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda