Home / Nasional / KM Asia Raya Miring karena Tangki Pengimbang Bocor

KM Asia Raya Miring karena Tangki Pengimbang Bocor

Bagikan Halaman ini

Share Button
Kapal Motor Asia Raya/Foto: Gamaliel Amalo

Kapal Motor Asia Raya/Foto: Gamaliel Amalo

Kupang—Lintasntt.com: Kapal barang ‘Asia Raya’ yang mengangkut 624 sapi dan terbakar pada Jumat, 15 Mei 2015 dini hari, saat ini dalam posisi miring. Kapal tersebut berlabu tidak jauh dari Dermaga Hansisi di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Tenau, Sumadi mengatakan kapal miring akibat kebocoran pada tangki balance setelah terinjak sapi.

“Kapal mirng mungkin kemasukan air pada saat pemadaman api dan kebocoran tangki ballast (pengimbang). Deknya sudah keropos,” ujarnya

Sumadi menegaskan KM Asia Raya adalah kapal barang yang kemudian dimanfaatkan untuk mengangkut ternak. Sebelum tiba di Kupang, kapal tersebut mengangkut 4.000 sak semen dari Makassar tujuan Maumere, Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  55% Pasokan Listrik di Sumba dari Pembangkit EBT

Menurut Dia, kapal dalam kondisi laik berlayar, Kapal tersebut juga tidak dilarang mengangkut ternak. Pasalnya pengiriman ternak sapi dari NTT ke daerah lain selama ini tidak menggunakan kapal khusus ternak, tetapi kapal pengangkut barang.

“Kita tidak punya kapal pengangkut ternak, karena ini demi kepentingan masyarakat, kita tetap layani (dengan kapal barang),” kata Dia.

Kapal tersebut seharusnya telah meninggalkan Pelabuhan Tenau pada Kamis (14/5) sekitar pukul 14.00 Wita. Akan tetapi baru berlayar 23 menit, kapal ditahan Polisi Perairan NTT.

Sebanyak tiga polisi kemudian naik ke kapal dan membawa nakhoda bersama dua ABK ke kantor polisi, diduga untuk memeriksa kelengkapan surat-surat kapal. Mereka baru dilepas dan kembali ke kapal sekitar pukul 17.00 Wita.

Baca Juga :  Korban Letusan Rokatenda Dievakuasi

Namun sebelum kapal kembali meninggalkan tempat berlabuh di dekat Pulau Semau, terjadi kebakaran. Sementara itu kerugian akibat ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. (gamaliel)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda