Home / Lembata - Alor / Kisah 7 Bersaudara Dituturkan di Festival Budaya Lamaholot di Alor

Kisah 7 Bersaudara Dituturkan di Festival Budaya Lamaholot di Alor

Festival Lamaholot/Foto: Gamaliel
Festival Lamaholot/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kalabahi–Fidelis Tua Tolang, tokoh Adat asal Pulau Pantar, Kabupaten Alor bertutur mengenai kisah tujuh bersaudara yang kemudian melahirkan Festival Budaya Lamaholot di Kalabahi, Alor, Selasa (9/8/2016).

Festival Budaya Lamaholot atau sebelumnya dikenal dengan ‘Knaku Kbadu Lamahala-Lamariang‘ meliputi Flores Timur, Lembata, dan Alor-Pantar.

Kisah ini dituturkan turun-temurun agar didengar anak cucu demi mempertahankan budaya Lamaholot yang satu dan sama antara masyarakat Watan Lema (lima pulau) yang tergabung dalam masyakat Lamaholot tersebut.

Awalnya Fidelis berkisah mengenai dua perempuan yakni Mone Mau Wolang yang dipinang oleh Raja Sagu Adonara, dan Ati Mau Wolang yang dipinang Raja mananga, Lamakera Solor.

“Anak cucu Mone Mau Wolang dan Ati Mau Wolang kawin mawin dan tersebar sampai di Tanjung Bunga-Nagi Tanah Larantuka, Flores Timur,” kata Fidelis.

Baca Juga :  Pengungsi Gempa Lembata Capai 671 Orang

Kepada lintasntt.com, Fidelis mengatakan wilayah Pao Wutang Kedang Atadei dan sekitarnya sampai sekarang selalu disapa ‘Solor Lima Pantai Kakak Adonara’..

Dua perempuan ini memilik lima saudara laki-laki yang tersebar di Pulau Alor sampai Pantar yaitu Dai Mau Wolang, Bara Mau Wolang, Gang Mau Wolang, Tuli Mau Wolang, dan Gae Mau Wolang.

“Anak cucunya terbesar juga di Pulau Alor, Pantar, dan Gunung Pantai disebut Galiwau 5 Pantai, Kakak Pandai Adik Baranusa,” ujarnya.

Di akhir tuturan adatnya, Fidelis yang juga mantan guru Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang tersebut menyampaikan sejumlah pesan yang ditujukan kepada Lamaholot yakni Jangan Salah Bertutur-kata, Jangan Salah Bertingkah-laku, jangan membuat tersingung perasaan saudara-bersaudara karena hal itu melanggar adat istiadat yang dapat menimbulkan malapetaka bagi anak cucu.

Baca Juga :  Sejumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Lembata

“Pesan ini harus terus mengalir dalam nadi generasi ke generasi Lamaholot, dan pantang untuk dilupakan,” ujarnya. (gma/rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda