Home / Dunia / Kerjasama RI-Timor Leste-Australia Harus Diwujudkan.

Kerjasama RI-Timor Leste-Australia Harus Diwujudkan.

Duta Besar RI untuk RDTL Sahat Sitorus Bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya/Foto: Humas Pemprov NTT/Wilson Boymau
Duta Besar RI untuk RDTL Sahat Sitorus Bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya/Foto: Humas Pemprov NTT/Wilson Boymau

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kerjasama trilateral antara Indonesia, Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Australia perlu dilakukan secara nyata pada semua sektor termasuk perijinan.

Kerjasama Trilateral itu menyangkut kepentingan tiga negara bertetangga tersebut, terutama bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di wilayah perbatasan.

Duta Besar RI untuk RDTL Sahat Sitorus mengatakan itu saat bertemu Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di ruang kerja Gubernur NTT di Kupang, Rabu (4/10/2017).

Pertemuan dengan Gubernur Frans Lebu Raya menjadi penting dalam membangun hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste. Mengingat NTT merupakan tetangga terdekat negara RDTL dan telah menjalin kerjasama Trilateral.

Sahat Sitorus yang baru empat bulan menjabat sebagai Duta Besar RI untuk RDTL itu, menyetujui bentuk kerjasama Indonesia, khususnya NTT dan RDTL di sektor ekonomi, yaitu pariwisata, transportasi, pertanian dan kelautan perikanan perlu dilakukan secara nyata demi kesejahteraan masyarakat di NTT dan Timor Leste.

Baca Juga :  Disuruh Tuhan, Pria Ini Bangun Salib Raksasa di Negara Islam

“Saya memiliki satu misi untuk berkomunikasi dan melakukan konsultasi dengan Pak Gubernur sehubungan dengan keterkaitan yang sangat dekat antara NTT dan Timor Leste. Adanya kepentingan dan ketergantungan satu sama lain baik di bidang transportasi maupun di bidang ekonomi pada umumnya. Karenanya, kami akan mendorong para pelaku bisnis di NTT untuk membuka penerbangan nasional dan internasional. Dalam waktu dekat ini akan ada revisi air agreemen (perjanjian udara) sehingga dapat membuka jalur penerbangan internasional,” ungkap Sitorus.

Dalam kaitannya dengan lalu lintas manusia yang melewati perbatasan (cross border), lanjut Dubes Sitorus, supaya diingatkan bahwa ada hukum internasional, harus dilengkapi dokumen passport. Hal ini untuk meminimalisir adanya masalah keimigrasian yang dapat mengganggu hubungan baik kedua negara.

“Kita perlu menjaga kepentingan yang lebih luas ke depan bagi kedua negara, untuk maju bersama. Kami juga mendukung pembangunan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat perbatasan sesuai program Nawacita Presiden Joko Widodo. Intinya, kami juga akan dukung semua program Pak Gubernur,” katanya.

Baca Juga :  Medah Promosikan Pariwisata NTT di Italia dan Vatikan

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, didampingi Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah NTT, Viktor Manek, mengatakan kerjasama trilateral selama ini berjalan baik dan secara konkrit perlu dipertajam lagi dengan implementasi sektor-sektor yang telah disepakati bersama antara NTT, RDTL dan Australia. Terkait dengan perijinan sebagai persyaratan, menjadi hal penting untuk memberikan peluang bagi pelaku bisnis berivestasi, baik di bidang transportasi maupun sektor lainnya.

“NTT memiliki banyak potensi yang dapat nenarik banyak investor. Sektor pariwisata menjadi sektor yang cukup menjanjikan bagi peluang investasi juga sektor kelautan dan perikanan,” ucapnya. (humas/wilson boymau)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda