Home / Dunia / Kepada DPR, Jepang Mengaku Kecewa Kalah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kepada DPR, Jepang Mengaku Kecewa Kalah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bagikan Halaman ini

Share Button

 Tokyo–Parlemen Jepang menyatakan kekecewaannya terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dimenangi oleh China.

Parlemen Jepang menyampaikan kekecewaannya itu saat menerima delegasi DPR RI dalam pertemuan tertutup di Kompleks Parlemen Jepang, Tokyo, Selasa (10/11/2015) sore.

Delegasi dari Indonesia dipimpin langsung oleh Ketua DPR Setya Novanto dan terdiri dari 11 orang anggota.

Secara terpisah, mereka menemui Speaker of the Representatives House (Majelis Rendah Jepang) dan Speaker of the Representatives Councillors (Majelis Tinggi Jepang).

“Dalam dua pertemuan itu, yang muncul ada kekecewaan Jepang terhadap Indonesia atas proyek kereta cepat,” kata Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis seperti dikutip kompas.com

Fary mengungkapkan, kekecewaan parlemen Jepang ini disebabkan proses yang tidak transparan. Semula, kata dia, Pemerintah Indonesia sudah memutuskan menunda siapa pemenang proyek itu.

Baca Juga :  Abu Sayyaf Culik Lagi 4 WNI, Satu Orang Tertembak

Namun, tak lama kemudian, tiba-tiba Kementerian Badan Usaha Milik Negara sebagai pemegang proyek memutuskan bahwa China-lah yang memenangi proyek tersebut.

“Pemerintah seperti tidak konsisten,” ucap dia.

Ketua Parlemen Majelis Tinggi Jepang Masaaki Yamazaki sempat bertanya kepada delegasi DPR yang hadir, apa yang menjadi pertimbangan Pemerintah Indonesia dalam memilih rekanan pembangunan kereta cepat.

Fary yang diberi kesempatan untuk menjelaskan pun menjawab bahwa pemerintah sangat memperhatikan faktor keamanan.
“Ketua Majelis Tinggi pun mengatakan (kereta cepat Jepang) tidak pernah ada kecelakaan selama 40 tahun,” ujar Fary.

Fary pun meminta parlemen Jepang agar mereka tidak kapok untuk berupaya terus membangun kerja sama dengan Indonesia. Ke depannya, kata dia, akan banyak proyek lain, termasuk kereta cepat yang akan dikerjakan.

Baca Juga :  Malaysia Airlines Ditembak Jatuh di Ukraina, 295 Penumpang dan Kru Tewas

“Saya menyatakan bahwa sistem perencanaan sudah masuk tuh, untuk Jakarta-Surabaya bisa dipercepat. Lalu, ada Sulawesi, Kalimantan, dan Papua juga. Itu lebih panjang dari Jakarta-Bandung,” ucap dia. (sumber:kompas.com)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda