Home / Humaniora / Kemiskinan Penyebab Gizi Buruk di NTT

Kemiskinan Penyebab Gizi Buruk di NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button
Dokter Stef Bria Seran

Dokter Stef Bria Seran

Kupang—Lintasntt.com: Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dokter Stef Bria Seran menyebutkan enam balita penderita gizi buruk meninggal selama Januari-Desember 2014 berasal dari keluarga miskin.

Jumlah itu merupakan bagian dari 13 balita penderita gizi buruk dengan kelainan klinis selama 2014. Gizi buruk muncul karena orang tua tidak mampu menyiapkan makanan bergizi bagi anak-anak mereka yang kemudian memicu timbulnya berbagai jenis penyakit.

“Masalah gizi di NTT itu permasalahannya kemiskinan,” ujarnya ketika berbicara pada Workshop Penguatan Jurnalis untuk Advokasi di Bidang Kesehatan Ibu dan Anak di Kupang, Rabu (11/3).

Ia mengatakan Angka Kefatalan Kasus (Case Fatality Rate/CFR) enam balita yang meninggal, hanya 0,002 persen, namun kematian bayi merupakan persoalan serius. Persoalan itu kata Dia, bukan tanggungjawab Dinas Kesehatan melainkan pemerintah dan DPRD sebagai penyelenggara pemerintahan dan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Tiga Blogger Menangi Cerita 'Untuk Sahabatku Belu'

Jika pembangunan ekonomi belum mampu mengentaskan penduduk miskin, warga tidak memiliki kemampuan untuk membeli makanan bergizi. Begitu pula pembangunan jalan raya ke desa-desa terpencil menjadi tanggung jawab pemerintah. Pasalnya warga yang bermukim jauh di pedalaman sulit pergi berobat atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika ada transportasi dan jalan raya.

Adapun gizi buruk tanpa gejala klinis berjumlah 3.351 orang atau 0,99% dari total 27.327 bayi yang bermasalah gizi, sedangkan gizi kurang berjumlah 23.963 orang atau 7,09%. (gama)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda