Home / Lingkungan / Kekeringan, Petani Oepoi Ganti Padi dengan Palawija

Kekeringan, Petani Oepoi Ganti Padi dengan Palawija

Tanaman Kangkung di Persawahan Oepoi/Foto: Lintasntt.com
Tanaman Kangkung di Persawahan Oepoi/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Petani di Persawahan Oepoi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mensiasati kekeringan dengan menanam palawija seperti jagung, kacang hijau, dan kangkung.

Tanaman tersebut dianggap mampu bertahan di lahan yang tandus dan membutuhkan sedikit air daripada tanaman padi. Kangkung panen lebih cepat yakni 1,5 bulan jika dibandingkan dengan padi setiap tiga bulan.

“Kami pastikan jika menanam padi akan terjadi gagal panen. Kalau menanam palawija, petani akan memiliki penghasilan,” kata Yeremias Samba, petani di persawahan setempat, Rabu (13/9).

Namun dari sekitar 50 petani di Persawahan Oepoi, hanya 15 petani yang menanam palawija dengan memanfaatkan air dari sumur di tengah persawahan. Petani lainnya yang tidak memiliki sumur, membiarkan areal persawahannya tidak ditanami apapun. “Sumur yang ada masih memiliki  cukup air sampai puncak kemarau Oktober,” kata dia.

Baca Juga :  TNC-Dinas Pariwisata NTT Kembangkan Wisata Paus di Laut Sawu

Saat ini sumur menjadi satu-satunya sumber air bagi tanaman petani di Persawahan Oepoi. Air dialirkan dari sumur ke sawah menggunakan bantuan motor air dan selang. “Saya mengalirkan air dari sumur dua kali dalam seminggu, hanya menghabiskan 10 liter bensin,” kata Yeremis yang mengolah lahan seluas 80 are untuk ditanami kangkung. (Micom/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda