Home / Sains-Tekno / Kekenyangan Bikin Ngantuk, Ini Penjelasannya

Kekenyangan Bikin Ngantuk, Ini Penjelasannya

Ilustrasi. Sumber: Alodkter
Ilustrasi. Sumber: Alodkter

Bagikan Halaman ini

Share Button

SESEORANG merasakan kantuk dan tubuh lemas saat menyantap makanan, simak penjelasan ilmiahnya dikutip dari dari hellosehat.com dan brilio.

Setelah menyantap makanan, begitu makanan tersebut sampai ke dalam lambung, biasanya sistem pencernaan akan menyerap zat gizinya untuk dibagikan ke bagian tubuh yang membutuhkan.

Sebagian besar zat ini kemudian akan diubah menjadi energi yang dipakai oleh otot-otot tubuh untuk terus bergerak.

Sementara itu, sisanya akan digunakan untuk membantu tubuh memproduksi dan mengatur berbagai hormon, seperti kolesistokinin dan glukagon yang memicu rasa kenyang juga menaikkan gula darah. Selain itu, ada juga hormon serotonin dan melatonin yang berfungsi merangsang rasa kantuk.

Ternyata kombinasi dari berbagai hormon inilah yang membuat seseorang merasa ngantuk setelah makan juga membuat tubuh lemas dan capek. Biasanya rasa kantuk akan lebih sering muncul setelah mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan triptofan, seperti nasi, kentang, pasta, roti, susu dan pisang.

Baca Juga :  Hati-Hati, Jangan Minum Air Mineral yang Ada Rasa Air Kelapa

Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan postprandial somnolen atau dalam kamus populer juga dikenal dengan istilah food coma. Respons tubuh ini sebenarnya sangat wajar dan dapat dirasakan oleh hampir semua orang.

Akan tetapi rasa ngantuk dan kecapekan setelah makan juga bisa diakibatkan oleh masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes dan penyakit celiac.

Untuk mengatasi kondisi tubuh ini kamu bisa melakukan peregangan atau berjalan kaki sebentar sekitar 15 menit. Hal ini bertujuan untuk menurunkan gula darah dan hormon-hormon pemicu rasa kantuk. (hellosehat, brilio)

Tags : #

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda