Home / Hukum / Kasus ITE, Polda NTT Minta Keterangan Dua Wartawan

Kasus ITE, Polda NTT Minta Keterangan Dua Wartawan

Ilustrasi UU ITE
Ilustrasi UU ITE

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengundang dua wartawan untuk memberikan informasi atau keterangan terkait kasus tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang sebelumnya dilaporkan oleh Pemimpin Redaksi Expo NTT Wens John Rumung.

Dua wartawan itu ialah HT dan AS, diperiksa di ruang Subdit II Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskimsus) Polda NTT, Rabu (29/6/2016).

HT diperiksa mulai pukul 10.10-11.00 Wita, dan AS diperiksa mulai pukul 11.00 Wita. “Saya ditanya sekitar 12 pertanyaan dari penyidik,” kata HT kepada lintasntt.com.

Tindak pidana informasi dan transaksi elektronik sesuai laporan tersebut yakni, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 45 ayat 1 junto pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga :  Rohaniawan Tiga Agama Duduki Polres Lembata

Pemimpin Redaksi Expo NTT Wens John Rumung mengatakan, kasus tindak pidana ITE tersebut dilaporkan sejak April 2016. “Keluarga saya tidak terima. Biarkan kasus ini dilanjutkan sampai pengadilan,” ungkap Wens.

Kabid Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Jules Abraham Abast yang dihubungi terpisah, membenarkan permintaan keterangan dari dua wartawan tersebut. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda