Home / Sport / Kandaskan Afrika Selatan di Final, Tim Pelajar U-16 Juara Gothia Cup 2019

Kandaskan Afrika Selatan di Final, Tim Pelajar U-16 Juara Gothia Cup 2019

Tim Pelajar Indonesia U-16 Meluapkan Kegembiraan Setelah Mengalahkan wakil Afrika Selatan di Final Gothia Cup China 2019/Foto: Dok Lintasntt.com
Tim Pelajar Indonesia U-16 Meluapkan Kegembiraan Setelah Mengalahkan wakil Afrika Selatan di Final Gothia Cup China 2019/Foto: Dok Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Tiongkok–Tim pelajar Indonesia U-16 merebut piala Gothia Cup China untuk kedua kalinya setelah mengandaskan Easterns High School Afrika Selatan dengan skor telak 5-0 di final Gothia Cup China 2019. Jumat (16/8) sore waktu setempat.

Babak final berlangsung di Lapangan 5 Baishawan Football Park, Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok, disiarkan langsung lewat website Gothia Cup.

Lima gol tanpa balas tersebut membawa tim pelajar sukses mempertahankan gelar juara Gothia Cup Cina tahun ini. Pada 2018, tim pelajar U-16 Indonesia merebut juara 1 turnamen internasional tersebut lawan tim tuan rumah, juga dengan skor 5-0.

Hasil itu sesuai misi tim pelajar sebelum bertolak ke Cina yakni mempertahankan gelar juara Gothia Cup China yang pernah direbutnya tahun lalu. Dari lima gol tersebut, striker Nadhif Girasta mencetak tiga gol, masing-masing dua gol pada babak pertama menit ke-6 dan menit ke-22, dan satu gol pada babak kedua menit ke-53,

Dengan dua gol tersebut, Nadhif tercatat mengoleksi 10 gol sejak babak penyisihan sampai final. Nadhif kemudian ditetapkan sebagai pemain terbaik di Gothia Cup China 2019, dan menerima plakat sebagai pemain terbaik. Pada Gothia Cup China 2018, Nadhif yang bermain di kelompok U-15, juga berhasil meraih plakat sebagai pemain terbaik.

Baca Juga :  Laga Persahabatan, Bintang Timur Atambua Imbang Lawan Timor Leste

Satu gol lewat tendangan kaki Fadel Muhammad pada menit ke-13, dan tambahan satu gol pada babak kedua lewat kaki Alif Saviola pada menit ke-39. kedudukan 5-0 tersebut tetap bertahan sampai wasit meniup peluit tanda hingga pertandingan usai.

Asisten Manager Tim U-16 M Kusnaeni mengatakan selama pertandingan tim pelajar punya banyak peluang menciptakan gol, namun tidak dimanfaatkan dengan sempurna. Kemenangan ini pun menjadi kado spesial di Hari Ulang Tahun RI-74.

“Ada sekitar puluhan peluang dari tim pelajar tetapi mereka agak terburu-buru,” katanya seusai pertandingan.

Seperti striker Iryanto Wandik, memiliki tiga peluang yang bisa dikonfersi menjadi gol. Satu kali tendangan pemain asal Papua tersebut mengenai tiang gawang dan memantul kembali ke lapangan.

Begitu juga Rizki Armando sudah berhadapan langsung dengan kiper lawan namun tendangannya lemah sehingga mampu ditangkap kiper. Selain itu, tim pelajar sempat kebobolan satu gol, namun dianulir karena salah satu pemain Easterns High School berada di area offside.

Tim Pelajar menyalami pemain Afrika Selatan seusai laga final Gothia Cup China 2019/Foto: Dok Lintas

Pemian Tim Pelajar Indonesia U-16  menyalami pemain Afrika Selatan seusai laga final Gothia Cup China 2019/Foto: Dok Lintas

Kendati begitu, Pelatih Kiper Indonesia U-16 Dwi Alfarist menilai tim pelajar bermain sangat baik. Kunci keberhasilan tim pelajar ialah memberikan tekanan sejak awal permainan membuat lawan kesulitan mengembangan permainan.”Mereka benar-benar mengikuti strategi pelatih,” ujarnya.

Baca Juga :  Greysia/Nitya: Kemenangan Ini untuk Tuhan...

Pelatih Tim Pelajar Indonesia U-16 Maman Suryaman mengatakan pemain yang bergabung di tim pelajar Gothia Cup China tahun ini merupakan hasil kompetisi berjenjang U-16 Kemenpora 2018.

Tim ini beda dengan Tim U-16 PSSI yang bermain di Piala AFF 2019. “Pemain di AFF itu usianya 15 tahun, mereka itu kelompok yang dipersiapkan untuk jangka panjang, U-17,” kata Maman.

Selain itu, pemain U-16 PSSI juga dipersiapkan untuk bermain di piala AFC. Namun ada juga pemain dari tim pelajar turut direkrut untuk bermain di kelompok U-16, seperti Alif Jaelani, jebolan tim periode 2017-2018, direkrut oleh PSSI untuk mengikuti program PSSI ‘Garuda Select’ selama enam bulan di Inggris.

Pasca Gothia Cup China 2019 menurut Maman, para pemain dikembalikan ke akademi sepak bola maupun klub, tempat belajar dan berlatih.

“Sebagian besar pemain tim pelajar ini berasal dari akademi sepek bola,” ujarnya. Di antaranya striker Iryanto Wandik yang sebelumnya berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) Mansinam Papua, kini bergabung di Akademi Sepak Bola Anak Desa (ASAD) 313 Jaya Perkasa, Purwakarta. (sumber: media indonesia)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda