Home / Humaniora / ‘Kado Untuk Anak NTT’ Sasar Sekolah Gubuk Pedalaman

‘Kado Untuk Anak NTT’ Sasar Sekolah Gubuk Pedalaman

ILUSTRASI: Relawan Menyerahkan Kado untuk Anak NTT foto bersama guru SDN Pathao di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kab Kupang/Foto: Astrid
ILUSTRASI: Relawan Menyerahkan Kado untuk Anak NTT foto bersama guru SDN Pathao di Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kab Kupang/Foto: Astrid

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang=-Berbagi dengan sesama ternyata tidak rumit. Tidak juga dengan memberikan materi, apalagi mengeluarkan banyak uang. Karena menciptakan keceriaan dan tawa bersama adalah berbagi.

Pelajaran berharga ini yang dialami Nani Tunliu, mahasiswa Psikologi Undana yang bergabung bersama relawan lain dalam aksi sosial “Kado Untuk Anak NTT”

Aksi sosial digagas penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) NTT bekerjasama dengan komunitas Mata Garuda, Buku Bagi NTT dan Kalong Merah Production.

Kado yang diberikan komunitas ini bukan kado biasa, melainkan kado ‘semangat’ kepada anak-anak di pedalaman untuk berjuang meraih cita-cita mereka. Selain itu memberikan kepekaan kepada anak muda lainnya agar mereka turut peduli pada pendidikan anak-anak di pedalaman.

Saya sangat tertarik ketika diajak bergabung, apalagi kegiatannya berbagi buku, ujarnya di lokasi kegiatan SDN Pathao, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu ( 15/1 ).

Buku sebagai jendela dunia memang benar, apalagi teruntuk anak-anak yang memang tinggal jauh dari akses teknologi, sehingga dari buku mereka bisa belajar agar pengetahuan tidak tertinggal, ujar Nani antusias.

Baca Juga :  SBY Pendam Kerinduan 9 Tahun ke Pulau Komodo

Kado Untuk Anak NTT” adalah salah satu rangkaian kegiatan besar dari Aksi untuk Anak Indonesia yang dilakukan di bawah naungan Komunitas Mata Garuda sebagai alumni dan penerima beasiswa LPDP yang tujuannya pengentasan buta huruf.

“Dengan pemberian bantuan buku pelajaran, buku bacaan dan fasilitas perpustakaan, dapat meningkatkan minat baca anak-anak dan pengentasan buta aksara dapat tercapai, kata ujar Pengagas Aksi Untuk Anak NTT, Alivia Alfiarty.

Ketua Panitia kegiatan Kado Untuk Anak NTT, Novi Djami Raga mengharapkan bantuan buku serta kado bermanfaat bagi anak-anak SD Pathao yang memang kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan.

Lantai sekolah beralaskan tanah, beratapkan daun lontar dan berdinding bebak yang sudah reot ini kelak akan menjadi saksi perjuangan anak didiknya menjadi generasi yang membanggakan. Donasi tersebut diikumpulkan selama satu bulan terakhir melalui media online.

Guru Honor

Perjuangan sembilan guru honor di SD Pathao juga memprihatinkan. Anak didik di Desa Pathao membayar Rp75.000 per bulan. Entah dana sebesar itu cukup atau tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari para guru honor. Akan tetapi bagi mereka, itu adalah Berkat.

Baca Juga :  LPDP Berikan Beasiswa untuk 30 Warga NTT

Melihat kondisi seperti ini, para guru juga diberi uang tunai, sedangkan anak-anak menerima satu paket berupa buku, alat tulis, dan seragam. “Ke depan Kado Untuk Anak NTT diharapkan bisa mensasar sekolah pedalaman lainnya,” harap Novi.

Siswa kelas V SDN Pathao Romanus mengaku senang dengan kedatangan relawan Kado untuk Anak NTT yang memberi semangat bagi mereka. “Sekarang kami sudah punya perpustakaan, kalau istirahat kami bisa baca buku, ujarnya malu-malu.

Masih ada kegiatan Kado Untuk Anak NTT seperti sosialisasi kesehatan terkait DBD dan Malaria, peresmian Perpustakaan mini, permainan edukasi yang dilakukan bersama Para murid dan relawan, serta puluhan doorprize berupa baju olahraga, sepatu dan tas sekolah menambah antusiasme murid agar mereka semakin semangat bersekolah. (Tri dari Amabi Oefeto Timur)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda