Home / Bisnis / Jual Tikar ke Pemudik, Ester Raup Rp500 Ribu Per Hari

Jual Tikar ke Pemudik, Ester Raup Rp500 Ribu Per Hari

Ester (kiri) menawarkan tikar kepada penumpang mudik di Kapal Motor Sirung di Pelabuhan Tenau Kupang, Senni (4/7). Setiap hari warga Desa Bolok, Kabupaten Kupang itu meraup untung sampai Rp500.000 per hari/Foto: Gamaliel
Ester (kiri) menawarkan tikar kepada penumpang mudik di Kapal Motor Sirung di Pelabuhan Tenau Kupang, Senni (4/7). Setiap hari warga Desa Bolok, Kabupaten Kupang itu meraup untung sampai Rp500.000 per hari/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Beragam cara ditempuh warga untuk mendapatkan penghasilan di momen mudik lebaran ini.

Di antaranya yang dilakukan Ester, warga Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sejak H-7 Lebaran, sejak pagi hingga malam, Ester naik angkutan kota ke Pelabuhan Penyeberangan Bolok sambil membawa satu gulung tikar yang berisi antara 50-60 lembar.

Di terminal keberangkatan, ia menawarkan tikar kepada pemudik mulai harga Rp20.000 per lembar untuk tikar hasil kerajinan warga, atau tikar yang dibeli dari toko dijual Rp30.000 per lembar. “Setiap tikar yang terjual setelah dikurangi modal, saya untung Rp10.000,” ujarnya kepada wartawan di Kapal Motor (KM) Sirung di Pelabuhan Bolok Kupang, Senin (4/7).

Baca Juga :  Aturan Baru, Smartphone Harus Dilaporkan di SPT

Mata-rata tikar terjual mencapai 50 lembar atau untung sebesar Rp500.000. Dia mengatakan permintaan tikar tinggi terutama untuk penumpang yang bertolak ke Pulau Flores, Alor, Sabu, Lembata, dan Sumba. Pasalnya pelayaran menuju daerah-daerah itu ditempuh sampai 12 jam.

Jika kapal berangkat siang atau petang, baru tiba di pelabuhan tujuan dini hari atau keesokan harinya. “Nah, penumpang butuh tikar untuk digunakan sebagai alas tidur di kapal,” ujarnya.

Selain Ester, di kapal tersebut masih terdapat puluhan penjual tikar yang sebagian besar terdiri dari anak-anak usia sekolah. Seperti Efren, yang masih duduk di bangkus Sekolah Dasar mengaku menjual tikar untuk mengumpulkan uang selama liburan sekolah.

Baca Juga :  Medah: Pariwisata Sektor Hilir di NTT masih Bergantung Pasokan Luar Daerah

“Paling banyak untung 200 ribu setiap hari itu sudah lumayan buat ditabung,” katanya.

Pada Senin Petang, Efren yang menjual tikar di KM Sirung, berhasil menjual lima tikar. “Saya masih menunggu sampai kapal berangkat, pasti masih ada tikar yang terjual,” ujarnya. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda