Home / Hukum / Jual Sabu di Atambua, Mantan Anggota DPRD Ditangkap

Jual Sabu di Atambua, Mantan Anggota DPRD Ditangkap

Jumpa Pers Penangkapan Pengedar Sabu yang Gelar di Polda NTT. Sabtu (10/11). Foto: Gama
Jumpa Pers Penangkapan Pengedar Sabu yang Gelar di Polda NTT. Sabtu (10/11). Foto: Gama

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Mantan anggota DRPD Kepulauan Riau (Kepri), RJB, 52 tahun, ditangkap polisi di Kupang sebelum mengedarkan sabu di Atambua, Kabupaten Belu.

RJB ditangkap bersama JRE, 41 tahun, di sebuah rumah di Jalan TDM 1, RT 05/RW 02, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada 8 Desember 2016 sekitar pukul 08.30 Wita.

RJB adalah warga NTT yang sudah bermukim selama bertahun-tahun di Kepri. Ia beralamat di Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bestari, Kota Tanjungpinang, sedangkan JRE adalah warga Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTT Komisaris Besar Turman Siregar mengatakan penangkapan JRE dan RJB ditangkap atas laporan warga yang menyebutkan akan terjadi transaksi Sabu di TDM.

Baca Juga :  Sikap Kontras Soal Sidang Kasus Cebongan

Polisi kemudian membuntuti RJB yang baru turun dari Pesawat Citilink menuju Jalan TDM 1. Di sana polisi melakukan penangkapan dan pengeledehan terhadap keduanya.

“Polisi juga melakukan tes urine terhadap kedunya dan hasilnya positif, mengonsumsi sabu,” katanya dalam jumpa pers di Kupang, Sabtu (10/12).

Dari tangan RJB, polsi menyita antara lain serbuk kristal bening diduga narkotika jenis sabu, alat hisap sabu (bong), pemantik, satu butir esktasi warna biru, handphone, dan uang Rp2.815 juta.

Sedangkan dari tangan JRE, polisi menyita satu kotak warna merah yang didalamnya berisi tiga bungkusan plastik yang didalamnya berisi serbuk kristal bening yang diduga sabu, handphone dan uang Rp1,1 juta.

Baca Juga :  Puluhan Oknum Brimob Serang Pos Polisi Fatululi

“Sabu dibeli dari Pangkalpinang seharga Rp1,5 juta per gram dan akan dijual di Atambua seharga Rp4 juta per gram,” katanya.

Menurut Turman, keduanya melanggar pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun, pidana mati, pidana penjara seumur hidup dan denda Rp13,5 miliar. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda