Home / Dunia / Jokowi Tunda Kunjungan ke Australia

Jokowi Tunda Kunjungan ke Australia

Presiden Joko Widodo/Foto: Reuters dari Bisnis.com
Presiden Joko Widodo/Foto: Reuters dari Bisnis.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Presiden Joko Widodo menunda kunjungan kenegaraan ke Australia yang seharusnya sesuai jadwal 6-8 8 November 2016.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyebutkan dengan sangat menyesal harus ditunda.

“Perkembangan saat ini memerlukan keberadaan Presiden Jokowi di Indonesia. Presiden Jokowi telah menelepon PM Turnbull untuk menyampaikan penundaan kunjungan tersebut,” ujar Arrmanatha, dalam keterangan tertulis seperti diberitakan laman Metrotvnews.com, Sabtu (5/11/2016).

Presiden juga telah menugaskan Menlu Retno Marsudi untuk membahas penjadwalan ulang kunjungan dalam waktu dekat bersama mitranya dari Australia.

“Hubungan kedua negara saat ini sedang berada pada kondisi yang sangat baik. Merupakan komitmen kedua negara untuk terus meningkatkan hubungan yang penting ini,” imbuh Arrmanatha.

Baca Juga :  Pesawat Aljazair Angkut 110 Penumpang Dilaporkan Hilang

Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Australia yang telah melakukan persiapan yang sangat baik untuk kunjungan Presiden Jokowi.

Agenda di Australia

Sedianya jika Presiden Jokowi mengunjungi Australia, Presiden direncanakan akan memberikan pidato di Parlemen Australia. Selain itu ada beberapa pembahasan rencana kerja sama yang sudah dijadwalkan dengan PM Australia.

Fokus utama dalam kunjungan ini ada kerja sama ekonomi maritim. Arrmanatha, pada Kamis 3 November menyebutkan, dalam setiap konteks hubungan yang kuat, harus ada interaksi tinggi antara masyarakat.

Direktur Asia Timur dan Pasifik Kemenlu RI Edi Yusup menambahkan, selain bidang ekonomi isu yang sudah direncanakan untuk dibahas antara lain kerja sama di bidang ketahanan pangan, peningkatan kapasitas industri peternakan.

Baca Juga :  Malaysia Airlines Ditembak Jatuh di Ukraina, 295 Penumpang dan Kru Tewas

“Diharapkan kedua pemimpin juga bisa menyepakati kerja sama konkret seperti kerja sama maritim, seperti pengembangan blue economy dan kerja sama pemberantasan IUU Fishing,” imbuh Edi.

Tak lupa, kerja sama kontra terorisme juga akan dibahas dan keamanan siber, seperti pertukaran informasi intelijen dalam kerangka JCLEC dan dukungan Australia untuk pembentukan Pusat Deradikalisasi di Sentul, serta peningkatan kapasitas untuk keamanan siber. (mtv)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda