Home / Daerah / Jokowi: Kunci Kemakmuran NTT adalah Air

Jokowi: Kunci Kemakmuran NTT adalah Air

Foto: Dok
Foto: Dok

Bagikan Halaman ini

Share Button

Atambua–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan kunci kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah air.

Karena dengan air, masyarakat bisa menanam sendiri bahan kebutuhan pokok mereka, bahkan bisa diekspor ke negara tetangga, Timor Leste.

“Kuncinya di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah air. Dengan air itulah bisa menanam bawang merah dan cabai yang banyak, bayam, jagung, pisang, padi, dan pepaya,” katanya saat meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Senin (20/5).

Presiden minta masyarakat langsung memanfaatkan air yang ada di bendungan. Pengisian air Bendungan Rotiklot sudah dilakukan sejak Desember 2018. Menurutnya pembangunan bendungan butuh waktu antara 3-5 tahun, kalau ga dibuat (dibangun) tidak ada air,” ujarnya.

Baca Juga :  Gedung Kantor Gubernur NTT Retak akibat Gempa

Bendungan Rotiklot merupakan bendungan kedua dari tujuh bendungan yang dibangun pada periode 2015-2019. Sebelumnya, Jokowi meresmikan bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.

Menurut Jokowi, setelah peresmian Raknamo selanjutnya berturut-turut diresmikan bendungan berikutnya yang akan selesai dibangun yakni Napun Gete, Temef, Mbay dan Manikin. Sedangkan Bendungan Kolhua yang direncanakan dibangun di Kota Kupang, akan dipindahkan ke Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. “Setelah (peresmian) ini Napun Gete misalnya,” kata Jokowi.

Bendungan Napun Gete dibangun di Kabupaten Sikka, dijadwalkan rampung pada 2020, menyusul Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Sementara itu saat menyampaikan sambutan Jokowi mengatakan NTT mendapat jatah tujuh bendungan sebagai upaya pemerintah untuk mengatasi masalah air di daerah itu, lebih banyak dari provinsi lain.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, ASDP Kupang Tutup Dua Rute Pelayaran

Menurut Jokowi, rumus pembangunan di NTT memang dimulai dari air. Dengan air, panen sekali bisa jadi dua atau tiga kali. Dulu yang tidak bisa tanam apa-apa, bisa tanam apa-apa. Tanam padi dan jagung di musim hujan dan di musim kemarau tanam semangka dan melon.

“Setelah ada air kita bisa berpikir apa yang akan kita tanam. Kita harus mencari jalan keluar agar kesejahteraan dan kemakmuran kita raih bersama-sama,” ujarnya.

Bendungan Rotiklot dengan kapasitas 3,3 juta meter kubik air ini juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Acara peresmian antara lain dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. (sumber mi/palce )

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda