Home / Nasional / Jokowi Bagikan 65.548 Sertifikat Tanah di NTT

Jokowi Bagikan 65.548 Sertifikat Tanah di NTT

Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah/Foto: Lintasntt.com
Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 65.548 sertifikat tanah di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1).

Pembagian sertifikat diwakili 2.036 warga dari 11 kabupaten bertempat di Gedung Milenium, Jalan Timor Raya, Kota Kupang. Pada acara pembagian sertifikat tersebut, Presiden didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

“Sertifikat adalah tanda bukti hukum hak atas tanah, diingat luasnya, diberi sampul supaya rumahnya bocor tidak kebasahan, tidak mudah rusak. Sertifikat ini difotokopi, disimpan di tempat yang berbeda sehingga jika hilang mudah mengurusnya ke kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional),” kata Jokowi seusai menyerahkan sertifikat.

Presiden mengungkapkan, dengan memiliki sertifikat, sengketa tanah di NTT, termasuk di provinsi lainnya akan berkurang. Tahun ini sebanyak 105.865 sertifikat dibagikan di NTT, dan tahun depan akan bertambah menjadi 95.000 sertifikat.

Baca Juga :  KRI Pati Unus Tabrak Bangkai Kapal

Secara nasional, Presiden menargetkan tujuh juta sertifikat selesai 2018 dan terus meningkat menjadi 9 juta sertifikat pada 2019, dan akan naik terus mencapai 12 juta sertiikat pada 2020.

“Nanti kepala Kanwil BPN serta kabupaten dan kota jangan tidur. Urus sertifikat terus supaya rakyat pegang sertifikat karena ini bukti hak atas tanah kita.,” tandasnya.

Jika target penyelesaian sertifikat tidak ditetapkan, Indonesia butuh 160 tahun untuk menyelesaikan 80 juta sertifikat. Pasalnya selama ini, setiap tahun sertifikat yang dikeluarkan antara 400 ribu hingga 500 ribu lembar. “Saya tekankan kepada menteri agar mengeluarkan sertifikat sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi.

Biasanya menurut Jokowi, pemegang sertifikat tanah ingin dijadikan agunan di bank. Di provinsi lain, sudah hampir 50 persen warga yang pegang sertifikat, dipakai agunan di bank. Namun, hanya dipakai untuk modal usaha.

Baca Juga :  Johny Plate Pertanyakan Dana Rp54 Miliar untuk Lapindo

“Kalau mau dijadikan jaminan utang harus berhati-hati agar dikalkulasi dengan baik dan gunakan pinjaman untuk modal yang produktif, jangan sampai sertifikat ini hilang karena dilelang sebagai pelunasan hutang.” pesannya. (sumber: media indonesia/palce amalo)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda