Home / Nasional / Jembatan Petuk I Berteknologi Pratekan Pertama di Indonesia

Jembatan Petuk I Berteknologi Pratekan Pertama di Indonesia

Jembatan Petuk I
Jembatan Petuk I

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Jembatan Petuk I yang menghubungkan Kelurahan Kolhua, dan Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur telah rampung.

Jembatan ini dibangun sejak 2015 dengan dana APBN sebesar Rp235,5 miliar, menjadi jembatan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi gelagar beton prestressed (pra tekan).

“Saya bersyukur karena NTT menjadi provinsi pertama yang membangun jembatan dengan teknologi sophisticiated (canggih) ini dan sudah selesai,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang NTT Hadrianus Bambang Nurhadi Widihartono kepada wartawan saat mendampingi Ketua Komisi V DPR Fary Francis yang mengunjungi jembatan tersebut, Kamis (2/11/2017).

Namun jembatan ini belum dibuka karena ada ruas jalan di ujung jembatan sepanjang 2,3 meter yang baru akan diaspal 2018. Menurut Bambang tipe kontruksi Jembatan Petuk ialah prestressed concrete girder dengan panjang jalan 320 meter. “Kami berharap jembatan ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo,” katanya.

Baca Juga :  Komisi V DPR Akan Bentuk Panja Dana Desa

Ketua Komisi V DPR Fary Francis mengatakan Jembatan Petuk sudah direncanakan untuk dibangun sejak 1980 namun baru terealisasi saat in. Jembatan ini menghubungkan jalan lingkar luar Kota Kupang sekaligus mengurangi kendaraan yang melintasi jalan utama di tengah kota.

Jalan lingkar luar Kota Kupang ini terhubung ke Jalan Herman Johannes hingga Jalan Timor Raya yang terhubung ke sejumlah kabupaten yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, dan Malaka.

Selain itu, kendaraan pengangkut peti kemas dari arah Pelabuhan Laut Tenau juga bisa melintasi ruas jalan ini sehingga mengurangi kemacetan di ruas jalan di tengah kota, sekaligus memperlancar mobilisasi peti kemas.

Baca Juga :  127 Pengungsi Rokatenda Tiba di Maumere

Sambil menunggu pekerjaan pengaspalan jalan, Komisi V DPR dan Kementerian PU-Pera juga sudah sepakat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ornamen khas NTT di jembatan tersebut. “Gambar ornamen ciri khas NTT sudah ada. Akan ditata lebih bagus sehingga menjadi obyek wisata,” ujarnya.

Pada 2018, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X juga akan merampungkan jalan lingkar selatan Pulau Timor yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Malaka. Ruas jalan ini melintasi pantai timur Pulau Timor, kini tersisa 9,6 kilometer termasuk dua jembatan. Fary mengatakan DPR telah menyetujui anggaran untuk melanjutkan pembanguna ruas jalan tersebut. (mi/palce)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda