Home / Bisnis / Jembatan Palmerah Berpotensi Tidak Dibangun

Jembatan Palmerah Berpotensi Tidak Dibangun

Desain Jembatan Pancasila/Copyright: DInas PU NTT
Desain Jembatan Pancasila/Copyright: DInas PU NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–GubernurNTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan tetap mendukung rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) di Selat Gonzalu antara Pulau Flores dan Adonara.

Namun, pembangkit tersebut dapat dibangun dapat membangun jembatan penghubung (Palmerah) yang menghubungkan dua pulau tersebut.

Menurut gubernur, harga jual listrik ke PLN akan lebih mahal atau sebesar Rp11 sen per KWh jika investor membangun jembatan. Sebaliknya harga jual listrik akan turun menjadi Rp9 sen per KWh tanpa membangun jembatan.

“Kita akan berbicara dengan Kementerian ESDM,” katanya kepada wartawan di Kupang, Selasa (27/11/2018).

Menurut gubernur, pembicaraan bersama Kementerian ESDM antara lain untuk merubah desain jembatan tersebut. “Namun namanya tetap listrik palmerah. Masalah nama tidak apa-apa yang penting manfatnya,” kata Dia.

Baca Juga :  Bandara AA Bere Talo Atambua Diresmikan

Bagi Laiskodat, jembatan Palmerah bisa dibangun jika jumlah penduduk di wilayah itu sudah padat. “Satu saat penduduk di Flores Timur suah dua juta orang ya, perlulah dibangun jembatan,” ujarnya. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda