Home / Daerah / Jembatan Gantung Senilai Rp3,4 Miliar Diresmikan di Belu

Jembatan Gantung Senilai Rp3,4 Miliar Diresmikan di Belu

Ketua Komisi V DPR Fary Francis (kiri) bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan) melintas di jembatan 
Kian Raiikun di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT seusai diresmikan, Rabu (10/4). Foto: Isodorus
Ketua Komisi V DPR Fary Francis (kiri) bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (kanan) melintas di jembatan Kian Raiikun di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT seusai diresmikan, Rabu (10/4). Foto: Isodorus

Bagikan Halaman ini

Share Button

Atambua–Direktur Jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Zarkazi bersama Ketua Komisi V DPR Fary Francis meresmikan pengoperasian jembatan gantung Kian Raiikun di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT, Rabu (10/4).

Jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp3,4 miliar tersebut melintas di atas sungai Kian Raiikun sepanjang 84 meter yang menghubungkan Tialai dengan Desa Naekase dan desa-desa sekitarnya.

“Jembatan menjadi kado paskah bagi masyarakat,” kata Iwan saat peresmian jembatan tersebut.

Sebelum jembatan dibangun, anak-anak yang bersekolah di seberang sungai seperti di Nenuk, Nela, dan Kimbana, Kecamatan Tasifeto Barat terpaksa melintasi sungai.

Ketua Komisi V DPR Fary Francis mengatakan saat musim musim hujan, anak-anak di desa-desa tersebut kesulitan ke sekolah. “Harus berputar menggunakan jalur lain yang memakan waktu lama. Kebanyakan warga juga menggunakan jalan ini untuk urusan ekonomi, sosial dan budaya,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Apel Siaga, PLN Siap Sukseskan Pemilu 2019

Fary menyebutkan Jembatan Kian Raiikun merupakan satu-satunya jembatan gantung di Kabupaten Belu. Jembatan ini dibangun sejak Oktober 2018 atas usulan warga setempat. Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi yang turut hadir pada peresmian jembatan tesebut berharap persoalan yang dihadapi warga lantaran keterbatasan akses jembatan secara perlahan teratasi. “Semoga jembatan ini dapat menyeberangkan kemiskinan menuju kesejahteraan,” ujarnya.

Jembatan Kian Raiikun tersebut merupakan satu dari empat jembatan gantung yang dibangun di NTT sejak 2018. Tiga jembatan lainnya yakni Jembatan Gantung Kali Nyonya di Kota Kupang, dan dua jembatan gantung lagi dibangun di Flores. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda