Home / Daerah / Jelang Akhir Tahun, Proyek Jalan Bokong-Lelogama Belum Rampung

Jelang Akhir Tahun, Proyek Jalan Bokong-Lelogama Belum Rampung

Proyek Peningkatan Jalan Bokong-Lelogama Segmen 1 Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang./Foto: Lintasntt.com
Proyek Peningkatan Jalan Bokong-Lelogama Segmen 1 Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang./Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Jelang tutup anggaran 2019, proyek peningkatan jalan yang menghubungkan Kecamatan Takari dengan Kecamatan Amfoang Selatan (Bokong-Lelogama) Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum juga rampung.

Bahkan rata-rata progres proyek yang dibagi empat segmen ini baru mencapai 50%.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT Maksi Nenabu memastikan empat kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dikenai denda jika tidak menyelesaikan pekerjaan sampai batas akhir kontrak 9 Desember 2019.

“Denda sudah diatur dalam kontrak. Kalau kontraktor bekerja melewati masa kontrak akan didenda,” ujarnya kepada wartawan

Kendati begitu, Dinas PU terus mendorong agar proyek tersebut rampung, terutama segmen 3 yang menurut Maksi mengalami peningkatan sehingga diharapkan rampung di awal Desember ini.

Baca Juga :  Penjabat Gubernur NTT Siapkan Solusi Atasi Defisit Rp600 Miliar

Sesuai laporan perkembangan proyek yang diterima dari Dinas PU NTT, segmen 3 dengan panjang 10 kilometer dikerjakan PT Bumi Permain Nusantara dengan anggaran Rp46,7 miliar, sudah rampung 56,10%

Selanjutnya segmen 4 sejuah 10,50 kilometer dikerjakan PT Berlians Aseal’s Murni dengan anggaran Rp48,3 miliar rampung 46,93%. Dua segmen lainnya yakni Segmen 1 dikerjakan PT Nusa Jaya Abadi dngan anggaran Rp35,4 miliar dengan panjang 9,50 kilometer rampung 48,74%. Begitu juga segmen 2 sepanjang 10 kilometer dengan anggaran Rp37,8 miliar baru rampung 50,2%.

Menurut Maxi, pihaknya mencatat terjadi persoalan terkait tenaga kerja dan peralatan yang berdampak terhadap perkembangan pengerjaan proyek. “Kemarian keluhan mereka (kontraktor) soal tenaga kerja dan memang terasa sulit,’ kata Maxi Nenabu.

Baca Juga :  Gelar Apel Siaga, PLN Siap Sukseskan Pemilu 2019

Padahal sejak ditetapkan sebagai pemenang proyek, mestinya kontraktor sudah menyiapkan peralatan dan tenaga kerja. Sementara itu, sesuai pantauan lapangan, hanya terlihat dua pekerja di segmen 1 Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, di antaranya Sefnat Kase yang tengah mengerjakan drainase. “Sudah dua hari ini tidak ada pengaspalan jalan,” kata Sefnat Kase. (sumber: mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda