Home / Travel / Jalan-jalan Seru di Pantai Paris Danau Toba

Jalan-jalan Seru di Pantai Paris Danau Toba

Wisatawan di Pantai Paris Tigaras, Danau Toba/Foto: Gamaliel
Wisatawan di Pantai Paris Tigaras, Danau Toba/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Liburan baru-baru ini lintasntt.com mengunjungi sejumlah lokasi wisata di Sumatera Utara. Berikut laporannya.

Simalungun—Karena sudah pernah mengunjungi Parapat tempat digelarnya Pesta Danau Toba, hingga Tomok di Pulau Samosir, kali ini saya ingin mengunjungi bagian lain Danau Toba.

Pilihan pun jatuh pada Pantai Paris. Tidak saja dorongan ingin menikmati bentangan alam hingga serunya perjalan melintasi jalan berkelok-kelok menuju pantai yang namanya asing di telinga itu. Dorongan lain ialah karena penasaran dengan nama pantai tersebut. Pantai Paris ini terletak di Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Ternyata cikal bakal nama pantai ini berasal dari kata Juma Paris. Dalam bahasa Batak Toba, Juma artinya ladang atau sawah. Seiring berjalannya waktu, pantai ini pun diberi nama Paris Tigaras.

Baca Juga :  Pemerintah Bangun Pulau Mules

Lokasi pantai ini terlihat belum lama dikembangkan menjadi obyek wisata, namun langsung diserbu warga yang datang dari berbagi lokasi seperti Pematang Siantar dan Simalungun. Akhir Desember 2015 sedikitnya 500 pengunjung tengah menikmati liburan di pantai ini.

Jarak tempuh dari Medan sekitar 4-5 jam menggunakan kendaraan pribadi.Namun hanya sekitar satu jam jika berkendara dari Pematang Siantar. Di lokasi ini sudah ada fasilitas seperti banana boat, speed boat, perahu, dan masih banyak lagi. Ada bungalo yang disiapkan bagi pengunjung dengan harga sewa Rp30.000 per malam.

Lokasi pantai tertata rapi, air danau Toba jernih dimanfaatkan pengunjung untuk mandi. Pantai ini tergolong bersih, tidak ada sampah berserakan. Ada juga kios, cafe, warung hingga penginapan tersedia lengkap di sana.

Baca Juga :  Elisabeth Carvallo Terpilih Sebagai Putri Pariwisata NTT 2015

Yang memanjakan pengunjung ialah tidak ada punggutan karcis masuk. Warga bebas masuk untuk menikmati keindahan pantai. Pembayaran baru dilakukan jika ingin memanfaatkan bungalo atau naik banana boat.

Ini berbeda jauh dengan pengelolaan obyek wisata di daerah lain. Seperti di Pantai Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Di Lasiana tidak ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan wisatawan kecuali panorama pantai, namun pengunjung diwajibkan membayar karcis masuk. Punggutan juga terjadi di lokasi wisata Ketapang Satu, Kota Kupang, dan sebuah lokasi pantai di Kelurahan Pasir Panjang. (gamaliel )

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda