Home / Hukum / Jaksa Yakin Mantan Wali Kota Kupang Terlibat Korupsi

Jaksa Yakin Mantan Wali Kota Kupang Terlibat Korupsi

DSCN4658

Bagikan Halaman ini

Share Button

KUPANG—LINTASNTT.COM: Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur yakin mantan Wali Kota Kupang periode 2007-2102  Daniel Adoe terlibat kasus korupsi proyek pengadaan buku pelajaran bagi puluhan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada 2010 senilai Rp4 miliar.
Namun keyakinan itu akan terbantahkan jika Daniel Adoe mampu menunjukkan kepada penyidik terkait tanda tangannya pada tiga surat keputusan (SK) yang diduga menjadi menjadi pangkal munculnya kasus ini, bukan tanda tangan miliknya.

Sebaliknya jika Daniel tidak mampu meyakinkan penyidik dengan bukti-bukti yang kua bahwa tanda tangan tersebut palsu, ia bisa dijerat kasus korupsi.
“Kalu memang SK itu palsu, dari mana foto copynya. Yang jelas pasti ada SK aslinya sehingga saya minta Daniel Adoe itu jujur, tidak usah membuat masalah tambah panjang,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Domu P Sihite, Selasa (23/7).

Baca Juga :  Nasib Kasus Bansos NTT di Tangan KPK

Daniel terseret dalam kasus ini setelah  Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTT menemukan penyerahan buku kepada sejumlah sekolah tidak disertai berita acara sehingga tidak diketahui berapa buku yang seharusnya diterima masing-masing sekolah tersebut. Pengadaan buku dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kota Kupang.

Setelah ditelusuri, ditemukan tiga foto kopi SK yang tertera tanda daniel yakni SK yakni SK pengangkatan panitia pembuat komitmen (PPK), panitia tender dan pemenang tender. Padahal pejabat yang seharusnya menerbitkan SK tersebut adalah kepala dinas PPO sebagai kuasa pengguna anggaran.

Penasehat Hukum Daniel Adoe, Lorens Mega Man sudah berkali-kali membantah tanda tangan pada tiga SK tersebut bukan milik kliennya. “Tidak benar klien saya menandatangani surat itu. Itu menjadi tupoksi kepala dinas selaku pengguna anggaran,” ujarnya.  Namun bantahan tersebut belum juga meyakinkan penyidik. “Saya minta mantan Wali Kota Kupangberkata jujur terkait tanda tangan dalam tiga SK ini, ” kata Domu Sihite. (GBA)

Baca Juga :  Bentrok di Sumba Barat Daya, Satu Tewas, 11 Rumah Dibakar

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda