Home / Rote-Sabu / Jaksa Diminta Periksa Kontraktor, KPA dan PPK Proyek Faspel Batutua

Jaksa Diminta Periksa Kontraktor, KPA dan PPK Proyek Faspel Batutua

Kubus beton retak-retak  ditambal pihak kontraktor. Foto: Jon Henuk
Kubus beton retak-retak ditambal pihak kontraktor. Foto: Jon Henuk

Bagikan Halaman ini

Share Button

Rote–Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur diminta turun memeriksa sejumlah orang yang terlibat dalam proyek Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

Permintaan itu disampaikan mantan Kepala Desa Oebafok Gerson Pandie kepada wartawan awal pekan ini. Alasannya faspel yang dibangun dengan anggaran APBN 2015 sebesar Rp19,4 miliar lebih itu mulai rusak.

Proyek ini dikerjakan PT Siwa Prestasi Gemilang, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Unit Penyelanggara Pelabuhan Ba’a–Rote Ndao Cristofel Kinbenu SE, dan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Leonard Ndolu, SH.

“Karena 19 miliar adalah uang rakyat, kita minta Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut turun periksa proyek, atau Kejaksaan Tinggi NTT segera memeriksa Kepala KPA dan Kepala PPK Christofel Kimbenu dan Leonard Ndolu SH,” kata Gerson Pandie.

Baca Juga :  Dinas PU Rote Ndao Dinilai Ingkar Janji Bayar Hutang Material

Menurut Gerson sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Dirjen Perhubungan Laut, pekerjaan seharusnya menggunakan material yang didatangkan dari Jawa, ternyata menggunakan material lokal diduga tidak melalui uji laboratorium. Akibatnya sebanyak 158 kubus beton saat mulai keropos dan retak. “Kontraktor pelaksana sudah melakukan tambal sulam kubus beton yang retak tersebut,” katanya.

Selain itu, menurut Gerson, Faspel Batutua yang dibangun menggunakan anggaran APBN 2014 juga dalam kondisi rusak. Kerusakan terjadi di sisi sayap kiri dan kanan. (hk)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda