Home / Bisnis / Inilah 4 Mitos Klasik yang Membuat Orang Enggan Menggunakan Kartu Kredit

Inilah 4 Mitos Klasik yang Membuat Orang Enggan Menggunakan Kartu Kredit

MasterCard credit card

Bagikan Halaman ini

Share Button

KARTU kredit kini telah menjadi satu dengan keseharian masyarakat modern karena kepraktisannya yang memungkinkan kita untuk berbelanja tanpa perlu membawa uang tunai. Selain itu banyak sekali fitur-fitur dan promo menarik yang ditawarkan berbagai penerbit kartu kredit seperti cashback dan promo hingga cicilan 0%.

Meski kartu kredit telah menawarkan berbagai kemudahan dan penawaran yang menarik, ternyata di luar sana masih banyak yang enggan menggunakannya karena percaya mitos-mitos klasik seputar kartu kredit yang cukup menakutkan.

Berikut 4 mitos klasik yang mampu membuat banyak orang di luar sana masih enggan menggunakan kartu kredit.

Harga Barang Berlipat Ganda

Dalam beberapa kasus, banyak yang dikenakan biaya tambahan ketika berbelanja di sebuah toko. Beban biaya tambahan tersebut berkisar di antara 1% – 3%. Mitos yang dipercaya, berbelanja dengan kartu kredit hanya untuk orang kaya, sebab hanya mereka yang mau membeli sebuah barang dengan biaya tambahan padahal bisa didapat lebih murah jika membelinya secara tunai.

Padahal kenyataannya, biaya tambahan tersebut merupakan biata surcharge fee yang umumnya dibebankan kepada pemilik toko bukan pembeli pemegang kartu kredit. Tujuannya yaitu sebagai imbal jasa karena toko telah menggunakan mesin EDC.

Baca Juga :  Mudah dan Cepatnya Proses Apply Kartu Kredit Bukopin

Hanya saja ada beberapa pemilik toko yang enggan terkena beban tersebut sehingga mengalihkannya kepada pembeli. Namun, Anda tak perlu khawatir lagi sebab sudah jarang sekali pemilik toko yang membebankan biaya ini kepada pembeli khususnya di mall-mall besar.

Mengajarkan Hidup Boros

Jangan salahkan kartu kredit jika memang pada dasarnya Andalah yang tak dapat mengatur keuangan sendiri. Sebab pada hakikatnya boros atau tidaknya seseorang merupakan sifat alamiah yang dimilikinya. Meski memiliki kartu kredit, Anda masih memiliki pilihan untuk berhemat membelanjakan hanya untuk barang-barang yang memang sangat dibutuhkan. Apalagi dengan adanya banyak promo potongan harga yang ditawarkan oleh kartu kredit, seperti kartu kredit bank mandiri contohnya, Anda bahkan bisa berhemat jika tau bagaimana menggunakannya dengan bijak. Jangan mentang-mentang banyak promo keinginan berbelanja malah semakin tak terbendung.

Biaya Tahunan yang Selangit

Banyak pengguna kartu kredit yang mengeluhkan bahwa biaya tahunan yang harus mereka bayarkan sangatlah mahal. Tak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan dari kartu kredit. Namun, besaran biaya tahunan kartu kredit sebetulnya dapat disesuaikan dengan jenis kartu kredit yang dipilih. Ragam biaya yang harus dibayarkan pun banyak, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan.

Baca Juga :  Sriwijaya dan Transnusa Terbangi Kawasan Pariwisata Prioritas

Untuk mematahkan mitos ini, sebelum mengajukan kartu kredit Anda sebaiknya teliti biaya tahunan yang dikenakan untuk kartu kredit tersebut. Bahkan kini banyak juga penerbit kartu kredit yang menawarkan gratis biaya tahunan seumur hidup, sementara yang lainnya menawarkan biaya tahunan bisa dibayarkan dengan jumlah pengumpulan poin dengan melakukan pembelanjaan menggunakan kartu kredit.

Beban Bunga yang Menyiksa

Beban bunga yang dikenakan kartu kredit biasanya hanya untuk mereka yang seringkali tidak membayar utuh tagihan yang dimiliki. Oleh karena itu penting untuk tanamkan di benak kalian bahwa kartu kredit bukanlah merupakan kartu utang yang bisa dilunasi kemudian dengan mencicil. Semakin banyak Anda mencicil, maka semakin banyak pula bunga yang akan dibebankan.

Gunakanlah kartu kredit sesuai dengan kemampuan, misal jika Anda ingin membeli sebuah barang elektronik, pastikan bahwa uang yang Anda miliki mampu untuk menutupi semua biaya tagihan yang dikenakan dengan menggunakan kartu kredit. Sehingga kartu kredit hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang harus langsung kalian tutupi kemudian. (Desi Irawati/Talent Management & Social Media)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda