Home / Humaniora / Ini Penjelasan ASDP Terkait Kematian Mahasiswi Undana

Ini Penjelasan ASDP Terkait Kematian Mahasiswi Undana

Arnoldus Yansen/Foto: Gamaliel
Arnoldus Yansen/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kepala PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Fery Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Arnoldus Yansen, Sabtu (9/7/2016) mengatakan di KMP Ine Rie II tersedia obat-obatan untuk penanganan medis.

Meski begitu, Arnoldus mengatakan di kapal feri tersebut tidak tersedia obat khusus untuk penderita asma.

Dia menyampaikan hal itu menyusul meninggalnya Irnawati Rambu Kahi (19), seorang mahasiswa yang diduga penderita asma akut di KMP Ine Rie II.

Di KMP Ine Rie II, kata Arnoldus, seperti semua kapal feri milik ASDP, memang tidak tersedia dokter atau pun tenaga perawat, karena sudah ada perwira kapal yang khusus menangani penumpang yang menderita sakit.

Menurut Arnoldus, setiap kapal ASDP, ada tiga sampai empat orang perwira yang memang khusus menangani pertolongan pertama jika ada penumpang yang sakit. Para perwira itu sekolah selama tiga bulan dan mendapat sertifikat kesehatan internasional.

Baca Juga :  Wartawan Sinar Harapan Tutup Usia

“Mereka juga akan mengumumkan kepada para penumpang, jika ada yang berprofesi sebagai dokter atau perawat, untuk membantu melakukan penanganan medis bersama,” kata Arnoldus.

Terkait meninggalnya Irnawati, Arnoldus mengaku sudah ditangani pihak asuransi yang langsung bertemu keluarganya di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. “Kemarin (Jumat, 8/7/2016) pihak asuransi sudah menyerahkan uang santunan sebesar Rp24 juta dan juga uang pemakaman Rp 2 juta kepada keluarga Irnawati,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Irnawati, mahasiswi semester dua Jurusan Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT, meninggal di dalam KMP Ine Rie II.

Salah seorang saksi mata, Agus Baja mengatakan, mahasiswi asal Kecamatan Melolo, Sumba Timur, itu meninggal dalam pelayaran dari Aimere menuju Waingapu.

Baca Juga :  Karangan Bunga Tolak Radikalisme dan FPI Dipajang di Kupang

“Dia (Irnawati) meninggal pada Kamis (7/72016) sekitar pukul 24.00 Wita dan jenasahnya sudah dijemput keluarga dengan menggunakan ambulans begitu kapal Ine Rie II bersandar di Pelabuhan Waingapu sekitar pukul 17.30 Wita,” jelas Agus.

Menurut Agus, Irnawati bersama seorang adiknya berlayar dari Kupang kembali ke kampung halamannya di Sumba Timur selain untuk berlibur. Juga untuk berobat karena Irnawati diduga kuat menderita asma akut.(kompas.com)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda