Home / Hukum / Ini Kata Mantan Kalapas tentang Permintaan CCTV di Sel Freddy Dicabut

Ini Kata Mantan Kalapas tentang Permintaan CCTV di Sel Freddy Dicabut

Mantan Kalapas Batu, Nusakambangan, CIlacap, Jawa Tengah, Liberty Sitinjak saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Kamis (11/8/2016)/Foto: Gamaliel
Mantan Kalapas Batu, Nusakambangan, CIlacap, Jawa Tengah, Liberty Sitinjak saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Kamis (11/8/2016)/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Liberty Sitinjak, mengungkapkan, permintaan pencabutan dua kamera pengintai (CCTV) berasal dari mendiang Freddy Budiman.

Pencabutan CCTV merupakan satu dari tiga permintaan Freddy dengan imbalan sebesar Rp10 miliar. Dua permintaan lain ialah mencabut status narapidana high risk (berisiko tinggi), serta ia diberi kebebasan mengunakan telepon seluler Blackberry.

“Saya tolak keras tiga permintaan itu dan imbalan Rp10 miliar, karena itu racun bagi saya,” kata Sitinjak kepada wartawan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/8) petang.

Sitinjak mengaku memiliki standar operasional terhadap narapidana yang menyandang status high risk, di antaranya memasang CCTV di depan sel. “So pasti saya tidak cabut kamera CCTV. Saya kan punya SOP,” kata dia.

Baca Juga :  Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet Jadi Tersangka

Sebelumnya, Liberty memasang dua kamera CCTV di depan sel Freddy Budiman untuk mengawasi gerak-gerik gembong narkoba tersebut. Pengawasan terhadap Freddy lewat kamera CCTV guna mengantisipasi narapidana mengulangi kejahatannya, mencelakakan orang lain, dan mencelakai diri sendiri.

Menurutnya, ada oknum diduga berasal Badan Narkotika Nasional (BNN) juga pernah mengajukan pertanyaan yang mengarah kepada pencabutan CCTV tersebut. Saat ini, pihak BNN masih menelusuri identitas oknum tersebut.

Penelusuran BNN juga bertujuan memastikan sang oknum berasal dari BNN atau sebaliknya bukan berasal dari BNN. “Inisial oknum itu mudah-mudahan sudah diketahui Menkumham (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia),” ujarnya.

Liberty juga mengaku berada di dekat Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar saat Freddy Budiman menceritakan pengalamannya yang kemudian dituangkan dalam tulisan Haris berjudul ‘Cerita Busuk dari Seorang Bandit’.

Baca Juga :  Main Judi, Polisi Tangkap 5 Pegawai Dinas Kebersihan Kota Kupang

“Saya saksikan obrolan antara Haris dan Freddy Budiman, tetapi apa yang disampaikan (Freddy) itu benar atau tidak, saya tidak tahu,” tandasnya. (sumber: media indonesia/palce amalo)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda