Home / Daerah / Ini Alasan NTT Belum Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Ini Alasan NTT Belum Ajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Jaga Jarak Minimal Satu Meter/Foto: Lintasntt.com. Lokasi Bandara El Tari Kupang
Jaga Jarak Minimal Satu Meter/Foto: Lintasntt.com. Lokasi Bandara El Tari Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Juru Bicara Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk Penanganan Covid-19, Marius Ardu Jelamu mengatakan daerah itu belum memenuhi persyaratan untuk mengajukan mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Kita masih mengadakan kalkulasi keuntungan dan kerugian, mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, epidemologis, budaya dan aspek lainnya,” kata Marius Jelamu di Kupang, Minggu (5/4).

Menurut Marius, beberapa syarat untuk mengajukan PSBB ialah pandemi korona menyebabkan kematian yang banyak dan eskalatif, serta kejadian itu mirip dengan kejadian di negara-negara atau provinsi yang yang terpapar virus korona.

Sedangkan sampai Minggu sore, belum ada laporan warga NTT terpapar virus korona. Total orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 177 orang. Dari jumlah itu, lima orang dirawat di rumah sakit, dan sisanya menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Baca Juga :  Enam Pejabat Polda NTT dan Kapolres Manggarai Barat Dimutasi

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 14 orang. Dinas Kesehatan NTT juga sudah mengirim 30 sampel ke Laboratorium Litbangkes Kemenkes di Jakarta, namun baru 17 sampel selesai diperiksa dan dilaporkan negatif virus korona.

Marius mengatakan saat ini, NTT tetap menjalankan protokol pemerintah dengan mengontrol ketat pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan laut, serta menerapkan social distancing, physical distancing, penyemprotan disinfektan, cuci tangan pakai sabun dan hand sanitizer, dan mengenakan masker. “Sambil melihat perkembangan ke depan, sementara belum ke arah itu (PSBB),” ujarnya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda