Home / Humaniora / Indonesia-Timor Leste Kerjasama Tanggulangi AIDS

Indonesia-Timor Leste Kerjasama Tanggulangi AIDS

Pertemuan Pembahasan Nota Kesepahaman Kerjasama Pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS Indonesia-Timor Leste/Foto: Gusti
Pertemuan Pembahasan Nota Kesepahaman Kerjasama Pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS Indonesia-Timor Leste/Foto: Gusti

Bagikan Halaman ini

Share Button

Jakarta–Pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat menjalin kerjasama yang strategis guna menghadapi epidemi HIV dan AIDS.

Secara khusus, kerjasama itu untuk penanganan masalah HIV dan AIDS di wilayah perbatasan kedua negara.

Untuk memayungi kemitraan ini, pada Selasa, 26 April 2016 bertempat di Sekretariat KPA Nasional di Wisma Sirca, dibahas Nota Kesepahaman Kerjasama Pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS

Delegasi indonesia dipimpin Sekretaris KPA Nasional Dr. Kemal N Siregar, dan Delegasi Timor Leste dipimpin oleh Rev. Daniel Marcal yang menjabat Secretario Executivo Commisiao Nacional De Combate AO HIV-SIDA de Timor Leste/KPA Nasional Timor Leste.

Hadir juga Perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Dr. Sekretaris KPA Provinsi NTT Husein Pancratius.

“Tujuan utama kesepahaman ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS di kedua negara, serta menjadi dasar dalam pelaksanaan dalam pelaksanaan program kerjasama dua negara, khususnya di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Berlandasakan prinsp saling menguntungkan, penghormatan, kesetaraan dan saling timbal balik” ujar Sekretaris KPA Nasional, Dr. Kemal N.Siregar.

Baca Juga :  NTT Telusuri Program Magang Palsu SMK ke Luar Negeri

Menurut Kemal, ruang lingkup nota Kesepahaman ini meliputi: pertukaran Informasi, Pertukaran Tehcnical asisten, pertukaran konsultan, pengembangan staf, pelaksanaan seminar dan konferensi serta kegiatan-kegiatan lain dalam rangka peningkatan kinerja upaya pencegahan dana Penanggulangan HIV dan AIDS dan memfasilitasi ODHA sesuai dengan kebutuhan.

Rev Danial Marcal dari Commisiao Nacional De Combate AO HIV-SIDA de Timor Leste menyambut baik adanya jalan kerja sama ini. “Orang Timor yang di Indonesia dan Timor Leste adalah bersaudara, masalah HIV dan AIDS yang menjadi ancaman untuk warga kedua negara, kerjasama ini baik untuk menyelamatkan kehidupan” tutur Daniel Marcal. Pihak Komisi Penanggulangan AIDS Timor Leste

Dr Husein Pancratius, Sekretaris KPA Provinsi NTT, yang ikut dalam pembahasan Nota Kesepahaman menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan tindak lanjut upaya yang telah dirintis dua tahun terakhir oleh Sekretariat KPA Provinsi NTT.

Baca Juga :  Ingin Buktikan Keaslian, Pedagang di Kupang Bakar Bensin

“setelah ada payung berupa nota kesepahaman, tentu Sekretariat KPAP NTT akan melakukan upaya-upaya teknis terkait pencegahan, perawatan dan pengobatan serta upaya menghapus stigma dan diskriminasi pada ODHA.” ujar dr. Husein.

“perhatian kita juga pada peningkatan peran serta masyarakat melalui Warga Peduli AIDS di Desa-desa yang terletak di wilayah Perbatasan” demikian dokter Husein.

Sampai akhir Desember 2015, data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT , Total komulatif Kasus HIV dan AIDS 3.700, dengan rincian HIV : 1.743 dan AIDS 1957, yang meninggal sebanyak 1.062 orang. Sementara data dari Timor Leste dilaporkan 604 kasus HIV dan AIDS, 65 orang telah meninggal. (laporan Gusti Brewon)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda