8 AGENDA PEMBANGUNAN DAN 6 TEKAD PROVINSI NTT

1. Agenda Peningkatan Kualitas Pendidikan, Kepemudaan dan Keolahragaan.

Mengenai hasil Ujian Nasional, rata-rata Nilai UN masih rendah (kategori lulusan, Kategori D), sekalipun realita menunjukkan bahwa, berdasarkan Index Integritas Ujian Nasional tingkat sekolah tentang kejujuran, NTT berada pada peringkat 7 (tujuh) nasional.

Di bidang kepemudaan, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan pembinaan kepada 1.818 pemuda melalui pelaksanaan berbagai program.

Di bidang olahraga terutama atletik, tinju, pencak silat dan kempo, telah diraih beberapa prestasi di ajang nasional maupun internasional, diantaranya 23 medali emas, 14 medali perak dan 12 medali perunggu.

2. Agenda Pembangunan Kesehatan

Pada tahun 2015 angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (KH) sebesar 133 kematian. Angka ini menurun apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 169 kematian per 100.000 kelahiran hidup.

Angka kematian bayi sebesar 10 kematian per 1.000 kelahiran hidup atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 14 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Kita harapkan angka ini terus terkoreksi menurun, seiring berbagai intervensi untuk perbaikan upaya layanan kesehatan ibu dan anak termasuk Revolusi KIA, pembangunan sarana prasarana kesehatan bagi masyarakat di daerah-daerah yang terpencil.

3. Agenda Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Pengembangan Pariwisata

Pertumbuhan ekonomi Tahun 2015 sebesar 5,02% lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,79%. Sudah dua tahun berturut-turut, pertumbuhan ekonomi NTT melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi NTT sebesar 7,76%, tercatat masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 8,36%. PDRB Per Kapita NTT tahun 2015 sebesar 13,62 juta atau naik melampaui tahun 2014 sebesar 8,12 juta.

4. Agenda Pembenahan Sistem Hukum dan Birokrasi Daerah

dengan hasil berupa, ditetapkannya 5 peraturan daerah, 38 peraturan Gubernur, 290 Keputusan Gubernur dan 3 Instruksi Gubernur. Dari penetapan 5 perda ini, Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan, mendapat Apresiasi Juara II Anugerah Nawa Cita Legislasi.

Sesuai road map reformasi birokrasi tahun 2013-2017, Provinsi Nusa Tenggara Timur meraih prestasi urutan 12 dari 34 provinsi dengan kategori predikat B (Nilai= 62,42). Ini menunjukkan akuntabilitas kinerja Pemerintah Provinsi NTT dari waktu ke waktu makin baik.

Untuk pertama kali dalam sejarah tatakelola keuangan daerah, Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) harus dipertahankan pada tahun-tahun yang akan datang dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

5. Agenda Percepatan Pembangunan Infrastruktur Berbasis Tata Ruang dan Lingkungan Hidup

Percepatan pembangunan infrastruktur baik pembangunan dan pemeliharaan jalan terutama jalan di kawasan perbatasan negara, jembatan, embung – embung, daerah irigasi serta peningkatan dan rehabilitasi daerah irigasi (DI) sedang dilakukan.

Berkaitan dengan penataan ruang, 22 kabupaten/kota telah ditetapkan Perda RTRW. Sedangkan penilaian terhadap 15 kabupaten/kota sebagai nominator Peraih Penghargaan Adipura Tahun 2016, hasilnya peringkat I diraih oleh Kota Kupang dengan nilai 60,85, peringkat kedua Kabupaten Ngada dengan nilai 56,07 dan peringkat III Kabupaten Alor dengan nilai 55,40.

Penganugerahan penghargaan Kalpataru tingkat Provinsi kepada 9 (sembilan) orang dan 4 (empat) kelompok tani pejuang lingkungan untuk kategori perintis lingkungan, kategori Penyelamat lingkungan, kategori pembina lingkungan dan kategori Pengabdi Lingkungan.

6. Agenda Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Dilakukan melalui, peningkatan akses perempuan, anak dan pemuda dalam sektor publik serta peningkatan perlindungan terhadap perempuan, anak dan pemuda melalui fasilitasi operasional Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dalam menangani korban kekerasan terutama korban KDRT, advokasi dan sosialisasi pelaksanaan/penguatan kapasitas penguatan jejaring perempuan.

7. Agenda Pembangunan perikanan dan kelautan, hasilnya

Tahun 2015 produksi budidaya rumput laut sebanyak 2,1 juta ton, naik dari tahun 2014 dengan produksi sebanyak 1.9 juta lebih ton basah.

Tahun 2015, produksi perikanan tangkap 118.827,34 ton, naik dari produksi tahun 2014 sebesar 108,083 ton.

Untuk mendukung produktifitas tangkapan nelayan, tahun 2015, diberikan sarana kapal tangkap 3 GT sebanyak 109 unit, 10 GT sebanyak 3 unit, gili net 90 piece, cool box 60 unit, bantuan mesin 15,5 PK sebanyak 5 unit dan mesin ketinting 49 unit.

8. Agenda khusus Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Penanggulangan Bencana dan Pembangunan Daerah Perbatasan

Jumlah penduduk miskin di NTT pada bulan Maret 2016 sebesar 22,19%, mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi bulan September 2015 sebesar 22,58%.Untuk pembangunan daerah rawan bencana, selain pembangunan sarana prasarana fisik, dilakukan pula advokasi masyarakat mengenai tanggap bencana, pendataan kerusakan akibat bencana serta dukungan logistik dalam rangka penanganan bencana.

Pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan dengan negara RDTL, diantaranya pembangunan 3 (tiga) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Mota’ain Kabupaten Belu, Motamasin Kabupaten Malaka dan Wini Kabupaten Timor Tengah Utara.Fasilitasi proses penegasan Batas Wilayah Administrasi antar Kabupaten/kota dengan hasilnya, penetapan 5 (lima) batas daerah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri, yakni batas daerah antara Manggarai – Manggarai Timur; Sikka – Ende, Kupang – Timor Tengah Utara, Kupang – Timor Tengah Selatan dan Sumba Timur – Sumba Tengah.

Pelaksanaan 6 Tekad Pembangunan Provinsi NTT

1. Pengembangan Jagung

Jumlah Produksi Jagung tahun 2015 sebesar 081 ton, atau meningkat 5,87% bila dibandingkan dengan produksi jagung tahun 2014 sebesar 647.108 ton.

2. Pengembangan Ternak

Untuk ternak sapi, populasi pada tahun 2015 sebanyak 902.336 ekor, mengalami peningkatan sebesar 4% dari tahun sebelumnya sebanyak 865.731 ekor.

Untuk perdagangan ternak sapi antar pulau, mengalami peningkatan tiap tahun. Tahun 2014 sebanyak 49.658 ekor, tahun 2015 menjadi 52.811 ekor. Kuota pengiriman tahun 2016 meningkat menjadi 56.250 ekor atau mengalami kenaikan kurang lebih 6,43% per tahun

3.Pembangunan Bidang Koperasi

Kondisi bulan Mei tahun 2016 terdapat 037 unit koperasi dengan rincian, Koperasi Aktif 3.593 unit dan Koperasi Tidak Aktif 444 unit. Keberadaan koperasi ini menyerap 31.238 orang tenaga kerja untuk melayani 944.678 orang anggota koperasi.

Dari segi keuangan, kondisi bulan Mei 2016, koperasi di Nusa Tenggara Timur memiliki modal sendiri sebesar Rp. 2.359 miliar lebih atau meningkat sebesar 103,19% dari tahun 2014 sebesar Rp.1.161 milyar lebih. Modal luar sebesar Rp.3.053 miliar lebih atau mengalami peningkatan sebesar 83,69% dari tahun 2014 sebesar Rp.1.662 milyar lebih.

Sedangkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp. 386 miliar lebih dibanding 2014 sebesar Rp.211 milyar lebih atau mengalami peningkatan sebesar 82,94%. Peningkatan ini diperoleh dari volume usaha sebesar Rp.4.329 miliar lebih.

4. Pengembangan Cendana

Program Pengelolaan Cendana Lestari tahun 2015, berupa: pembangunan Hutan Tanaman Cendana seluas 30 hektar di kabupaten yakni, Alor, Flores Timur dan Sumba Timur, pemeliharaan Hutan Tanaman Cendana Tahun I (PT. I) seluas 67 hektar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Lembata, Alor, Flores Timur dan Sumba Timur; Pemeliharaan Hutan Tanaman Cendana Tahun II (PT. II) seluas 80 Ha di Kabupaten Belu, Kupang, Alor, Flores Timur dan Sumba Timur;

Pemeliharaan Tanaman Cendana Tahun III (PT.III) seluas 121,99 hektar di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara; Pemeliharaan Tanaman Cendana Tahun IV (PT.IV) seluas 140 hektar di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara, Belu dan Alor; Gerakan Penanaman Cendana Keluarga sebanyak 50.000 anakan di Kabupaten Manggarai, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sikka, Rote Ndao, Malaka, Kupang TTS, TTU dan Belu;

Fasilitasi keberlanjutan Gerakan Cendana Keluarga sebanyak 18.000 anakan di Kabupaten Malaka, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat dan Rote Ndao.

5. Pengembangan Perikanan dan Kelautan

Untuk produksi budidaya ikan pada tahun 2015 sebesar 4.152,89 ton atau meningkat 8,25% dari tahun 2014 sebesar 3.836,55 ton.

Selain perikanan, pengembangan perikanan budidaya lainnya yaitu: Pengembangan budidaya rumput laut, seluas 53.727,3 Ha atau 5% dari garis pantai.

Pengembangan budidaya garam dengan luas lahan sebesar 10.492 Ha serta pemberdayaan 119 Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) dengan anggota 939 petambak garam.

Pengembangan budidaya mutiara di Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka dan Manggarai Barat.

6. Pengembangan Pariwisata

Sesuai Peraturan Daerah Provinsi NTT Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi (RIPPAPROV) telah dilakukan pengembangan kepariwisataan berupa Pengembangan Destinasi Pariwisata dan industri pariwisata, pengembangan kelembagaan dan industri kreatif serta promosi Pariwisata

Dampaknya, tahun 2015 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat yakni sebanyak 66.860 orang, dan wisatawan domestik sebanyak 441.316 orang. (advertorial)