Home / Humaniora / Ibu Hamil di Sumba Timur Meninggal Akibat DBD

Ibu Hamil di Sumba Timur Meninggal Akibat DBD

ILUSTRASI: Korban DBD Dirawat di Rumah Sakit SK Lerik, Kota Kupang/Foto: Lintasntt.com
ILUSTRASI: Korban DBD Dirawat di Rumah Sakit SK Lerik, Kota Kupang/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Kabupaten Sumba Timur membutuhkan bantuan pemerintah provinsi untuk bersama-sama menanggulangi wabah demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.

Uluran tangan pihak lain sangat dibutuhkan lantaran korban meninggal akibat DBD terus berjatuhan. Korban meninggal terakhir seorang ibu hamil bersama janin yang dikandungnya.

Dengan demikian jumlah korban meninggal DBD di Sumba Timur yang sebelumnya 15 orang, bertambah dua orang menjadi 17 orang.

“Ibu hamil 28 minggu ini meninggal bersama janinnya. Dia dirujuk dari Rumah Sakit Lindi Mara. Pasien ini mengalami distres janin dan DBD DHF (Dengue Hemorhagic Fever) jilid 2,” kata Kepala Rumah Sakit Umum (RSU) Umbu Rara Meha, Waingapu, Sumba Timur dokter Lely Harakay, Minggu (10/3).

Baca Juga :  Puluhan Pendeta GMIT Diberi Bekal Pemberdayaan Ekonomi

Saat tiba di rumah sakit Umbu Rara Meha menurut dokter Lely, sang ibu sudah mimisan dan mengeluarkan darah saat batuk. “Alasan dirujuk ialah distress janin dan ibunya membutuhkan trombosit,” tambahnya. Namun, nyawa pasien tidak dapat diselamatkan, dan meninggal bersama janinya pada Sabtu (9/3).

Bagi dokter Lely, penanganan wabah DBD di Sumba Timur tidak bisa dilakukan seperti cara-cara biasa seperti pengasapan, abatesasi, dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pasalnya, cara-cara tersebut sudah dilakukan sejak daerah itu menetapkan kejadian luar biasa (KLB) DBD pada Januari lalu, namun korban masih berjatuhan.

Dia mencontohkan ibu hamil yang meninggal akibat DBD tersebut berasal dari Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kota Waingapu, sudah dilakukan pengasapan oleh petugas. “Kenyataannya masih ada DBD meninggal di Lambanapu,” ujarnya. (sumber: mi/po)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda