Home / Bisnis / Ibrahim Medah: Sektor Pertanian NTT Mulai Bergeser Jasa

Ibrahim Medah: Sektor Pertanian NTT Mulai Bergeser Jasa

Ibrahim Medah
Ibrahim Medah

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Landasan produksi perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mengalami pergeseran.

Saat ini peranan sektor pertanian tidak lagi dominan jika dibandingkan dengan sektor jasa.

Data serapan tenaga kerja pada sektor pertanian Tahun 2011 sebesar 71,9% namun pada tahun 2015, serapan tenaga kerja pada sektor tersebut berkurang menjadi 61,65%.

Di sisi lain, serapan tenaga kerja pada sektor jasa meningkat dari 15,15% pada tahun 2011 menjadi 27,82% tahun 2015. Adapun sektor sekunder (undustri dan konstruksi) terjadi penurunan dari 12,95% tahun 2011 menjadi 10,52% tahun 2015.

Senator asal NTT Ibrahim Medah mengatakan pergeseran sektor pertanian ke jasa, berbahaya bagi masa depan perekonomian Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :  Medah Dampingi Novanto Resmikan Sumur Bor di Kupang

“Semakin rendahnya peranan sektor pertanian menyebabkan jumlah komoditas yang dihasilkan semakin berkurang, dan meningkatnya sektor jasa terutama perdagangan dan transportasi dan perdagangan berperan memask berbagai barang kebutuhan konsumsi dan industri olahan dari luar NTT,” ujar Medah.

Menurut Medah, gejala ini mendorong terjadinya kebocoran uang yakni injeksi belanja pemerintah yang semakin besar melalui APBD, semakin besar tersedot ke luar NTT.

Kendati begitu, menurut Medah, perekonomian NTT mengalami pertumbuhan positif dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi sedikti di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun pertembuan ekonomi NTT bukan digerakan oleh sektor produksi, melainkan oleh sektor konsumsi. “Semakin besar peranan sektor konsumsi dalam mendorong pertumbuan ekonomi, tingkat ketergantungan terhadap pasokan barang dan jasa dari luar daerah juga semkian besar.

Baca Juga :  UMP NTT 2018 Menunggu Penetapan Gubernur

Menurutnya, pengeroposan landasan produksi atau memburuknya struktur ekonomi harus dihentikan dan ekonomi NTT harus dikembalikan ke jalur yang benar.

Di antaranya mempertimbangkan adanya keunggulan komparatif sumber daya alam yang dimiliki daerah. Jika sektor pertanian dapat berkembang, semakin produktif dan efisien, kesempatan kerja akan terbuka dan pendapatan petani meningkat. Hal ini yang memengaruhi penurunan prosentase penduduk miskin. (gma)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda