Home / Nasional / Ibrahim Medah Minta Subsidi Pupuk Dihapus

Ibrahim Medah Minta Subsidi Pupuk Dihapus

Buruh Menurunkan Pupuk Bersubsidi dari kapal di Pelabuhan Tenau Kupang beberapa waktu lalu. /Foto: Gamaliel
Buruh Menurunkan Pupuk Bersubsidi dari kapal di Pelabuhan Tenau Kupang beberapa waktu lalu. /Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ibrahim Medah mengatakan pihaknya segera membuat pendapat kepada presiden untuk menghentikan subsidi pupuk.

Sebaliknya subsidi pupuk sebesar Rp33 triliun dialihkan langsung ke petani. Alasannya selama ini pupuk subsidi paling banyak dinikmati perusahaan perkebunan besar.

“Bukan rahasia lagi, di tengah jalan subsidi pupuk dimanipulasi untuk masuk ke perkebunan besar,” ujarnya ketika berbicara dalam Rapat Sinkronisasi Aspirasi Daerah DPD bersama Pemangku Kepentingan di Kupang, Kamis (19/11).

Setiap kunjugan anggota ke daerah, anggota DPD menerima pengeluhahn tentang pupuk bersubsidi yang tidak sampai ke tangan petani. Bahkan menurut Dia, produsen Pupuk Kaltim juga mengeluh.

Karena pengeluhan tersebut, menurut Dia, DPD membentuk tim untuk menelusuri persoalan tersebut. Hasilnya menurut Dia, DPD membuat pendapat yang isinya minta Presiden mengalihkan subsidi kepada petani.

Baca Juga :  Naik Jadi Tipe A, Polda NTT Terima Kapal Patroli Baru

“Bayangkan pupuk subsidi digelapkan minimal 50 persen saja, mereka yang menggelapkan itu meraup belasan triliunan rupiah,” kata Dia.

Terkait dugaan penyelewengan pupuk bersubdisi, dalam waktu dekat anggota DPD akan melakukan sidak ke sejumlah lokasi di Nusa Tenggara Timur yang ditenggarai rawan penyelewengan pupuk.

Namun permintaan tesebut ditolak petani. Imanuel Polin, petani asal Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang minta subsidi pupuk tidak dihapus.
“Kami minta subsidi tidak dihapus karena bisa menambah petani miskin,” ujarnya.

Bahkan menurut Dia, subsidi pupuk untuk NTT sebesar Rp333,8 miliar perlu ditambah. “Atau dilakukan subsidi juga untuk alat-alat pertanian,” ujarnya. (gma/rr)

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda