Home / Daerah / Hotspot di NTT Terus Bertambah

Hotspot di NTT Terus Bertambah

Ilustrasi: Kebakaran Lahan Terpantau di Flores Beberapa Waktu Lalu. Foto: lintas
Ilustrasi: Kebakaran Lahan Terpantau di Flores Beberapa Waktu Lalu. Foto: lintas

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Jumlah hotspot (titik panas) di Nusa Tenggara Timur terus bertambah, Kamis (29/8) sore mencapai 37 titik atau bertambah jika dibandingkan laporan sebelumnya yang berkisar antara 10-20 hotspot.

Prakirawan BMKG Stasiun El Tari Kupang, Sultan Kharisma mengatakan laporan penambahan hotspot diperoleh dari Lembaga Antariksa Nasional (Lapan), terdapat di 14 lokasi dengan jumlah terbanyak di Pulau Sumba.

Hotspot yang terdeteksi tersebut, 32 titik di antaranya tersebar di Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat, sedangkan lima hotspot lainnya masing tedapata di Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Raihat di Belu, dan Golewa Barat di Ngada. “Tingkat kepercayaan hotspot yang dilaporkan itu lebih dari 81 persen,” kata Sultan Kharisma.

Baca Juga :  Program TMMD Sentuh Dua Kabupaten di Perbatasan

Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur Elias Lamahelu membenarkan hotspot di daerah itu mengalami penambahan. Penambahan hotspot diduga ulah petani yang membakar lahan untuk persiapan musim tanam.

Untuk memastikan terjadi kebakaran hutan atau lahan, menurut Elias, petugas dari pemerintah daerah mesti melakukan pemeriksaan ke lokasi hotspot. “Belum dapat dipastikan itu kebakaran hutan dan lahan sebelum diverifikasi ke lapangan,” ujarnya. (gma)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda