Home / Humaniora / Hati-hati, Wabah Rabies Menyebar di 11 Kecamatan di Sikka

Hati-hati, Wabah Rabies Menyebar di 11 Kecamatan di Sikka

Ilustrasi: Vaksinasi Anjing Rabies/Foto dari Tribun
Ilustrasi: Vaksinasi Anjing Rabies/Foto dari Tribun

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Wabah rabies dilaporkan telah menyebar di 11 kecamatan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dan telah menimbulkan korban jiwa. Pemerintah daerah setempat sudah menetapkan wabah rabies  sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Dari 934 gigitan anjing selama Januari-Juli 2019, dua orang meninggal dan 27 spesimen otak anjing positif rabies,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sikka, dokter Maria Bernadina,

Spesimen otak anjing positif rabies sesuai hasil pemeriksaan Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, Bali yakni berasal dari Kecamatan Waigete, Kewapante, Bola, Doreng, Nita, Koting, Kangae, Lela, Hewokloang, Alok Timur, dan Alok Barat.

Dari kasus rabies tersebut, satu kasus di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat merupakan kasus baru karena sebelumnya tidak ada kasus rebies di wilayah itu. Sedangkan kasus gigitan anjing yang dilaporkan terakhir terjadi pada seorang petugas vaksinator di Kecamatan Waigete.

Baca Juga :  Menteri Sosial Serahkan Uang Rp86,6 Miliar untuk Warga NTT

Korban bernama Laurensius Kila digigit anjing pada jari telunjuk saat menyuntikan vaksin antirabies pada Kamis (18/7). Laurensius langsung dilarikan ke puskesmas untuk diberi vaksin setelah sebelumnya luka gigitan anjing dicuci.

Menurut dokter Maria, kasus rabies di Sikka ditetapkan KLB karena terjadi peningkatan kasus sebesar 50% jika dibandingkan gigitan anjing pada 2018 sebanyak 1.614 kasus, dan gigitan pada 2017 sebanyak 945 kasus.

Dia menyebutkan setelah ditetapkan KLB, pihaknya melakukan vaksinasi anjing di 11 kecamatan tersebut, serta menghimbau masyarakat mengikat anjing milik mereka di rumah, tidak menerima anjing dari 11 kecamatan yang terkena wabah rabies, dan tidak membawa anjing ke luar daerah.

Baca Juga :  Program BSM Belum Menyentuh Siswa Miskin

“Respon tercepat dan termurah saat ini adalah ikat anjin dan respon kedua ialah vaksinasi darurat anjing,” ujarnya. (mi/gma)

 

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda