Home / Sport / Hari Pers, Fary Francis Terima Penghargaan Penggerak Olahraga Perbatasan 

Hari Pers, Fary Francis Terima Penghargaan Penggerak Olahraga Perbatasan 

Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis di Lapangan Simpang Lima Atambua/Foto: Gamaliel
Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis di Lapangan Simpang Lima Atambua/Foto: Gamaliel

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis menerima penghargaan sebagai tokoh penggerak olahraga daerah perbatasan peringatan Hari Pers Nasional yang digelar di Surabaya, Jawa Timur.

‘Saya dedikasikan golden award ini sebagai kado awal tahun 2019 untuk anak-anak perbatasan itu. Mereka tinggal di daerah perbatasan tetapi mereka tidak terbatas dalam menggapai mimpi dan harapan,” katanya saat dihubungi, Sabtu (9/2).

Menurutnya, sepak bola dini telah menjadikan anak-anak perbatasan memiliki ‘dunia’, mempunyai mimpi besar untuk hidup yang lebih baik.

“Bersama anak-anak perbatasan melalui sekolah sepak bola dan akademi sepak bola Bintang Timur Atambua, kami menenun kain harapan dengan spirit ‘Membangun harapan di tanah perbatasan’, ujarnya.

Penghargaan diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga karena Fary yang membangun Sekolah Sepakbola (SSB) Bintang Timur di Desa Kambuna Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste.

Baca Juga :  April, PSSI All Stars Tampil di Stadion Oepoi

Di area seluas tujuh hektare tersebut, sejak 2015, Fary membangun lapangan sepak bola berstandar internasional, dan asrama pemondokan siswa, tribun, dan kantin. Saat ini siswa di sekolah tersebut memiliki pelatih bersertifikat asal Belanda, yang juga mantan pemain Timnas Belanda.

Bahkan saat ini, SSB Bintang Timur bertransformasi menjadi akademi sepak bola.

Menurutnya, pembinaan usia dini merupakan salah satu cara tepat yang harus dilakukan sehingga NTT tidak berpartisipasi secara pasif, tetapi aktif mengirim pemain sepakbola ke level nasional dan internasional. “Selama ini berpartisipasi kita dalam kegiatan olahraga sepak bola bersifat partisipatif, untuk mulai dengan prestasi, mulai saat ini kita harus memulai dengan pembinaan usia dini,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontingen NTT ke PON Jabar Kekurangan Dana Rp500 Juta

Hingga saat ini, SSB Bintang Timur Atambua telah mengikuti sejumlah turnamen di antaranya Piala Menpora U-14 di Kupang, Piala Menpora U-16, dan terakhir menjadi juara di turnamen Bali United Kristal Pos Kupang Cup 2016 dan Aqua Danone Cup 2018 di Kupang.

“Golden award ini akan semakin memacu kami untuk terus menumbuhkan harapan dan semangat anak-anak perbatasan,” ujarnya.

Bagi calon anggota DPR RI pemilu 2019 ini, perbatasan hanyalah lokus, namun ikhtiar mengejar mimpi meraih bintang tidak terkurung dalam keterbatasan-keterbatasan perbatasan. Sepak bola menjadi jalan meraih bintang, mengejar mimpi. “Bersama anak-anak perbatasan dan manajemen BeTA serta masyarakat perbatasan, kami menembus batas, meretas sekat,” tambahnya. (mi)

 

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda