Home / Politik / Gubernur Viktor Laiskodat Moratorium Tambang dan Pengiriman TKI

Gubernur Viktor Laiskodat Moratorium Tambang dan Pengiriman TKI

Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi/Foto: Lintasntt.com
Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi/Foto: Lintasntt.com

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kupang–Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat tiba di Bandara El Tari Kupang dengan jet pribadi BAe 146, Kamis (6/9) pukul 13.11 Wita setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (5/9).

Viktor dijemput Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi yang tiba di Kupang lebih awal, sekitar pukul 6.30 Wita. Begitu tangga pesawat diturunkan, Josef terlihat naik tangga untuk menjemput Viktor.

Keduanya kemudian berjalan menuju pimpinan organisasi perangkat daerah dan forkompinda yang menunggu tak jauh dari tempat parkir pesawat. Sebelum bersalaman, Viktor dan Josef menerima pengalungan kain tenun yang dilanjutkan dengan tuturan adat atau basan oleh tokoh adat dan tokoh pemuda Suku Helong.

Baca Juga :  Besok 9.867 Relawan Jokowi-JK Awasi Pilpres di Kupang

Helong adalah satu dari dua suku besar di Pulau Semau, daerah asal Viktor Laiskodat.

“Basan menceriterakan peristiwa lalu sampai hari ini, mengucapkan syukur kepada Tuhan dan Alam telah merestui Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi menjadi gubernur dan wakil gubernur NTT. Kami minta kepada Tuhan supaya pemerintahan dan program-program yang dijalankan dapat berjalan dengan baik,” kata Tokoh Pemuda Suku Helong, Erik Lisnahan seusai penuturan adat.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pulau Semau untuk menggelar ibadah syukuran pelantikan gubernur dan wakil gubernur, Viktor mengatakan di hari pertama berkantor, ia melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tambang.

“Seluruh tambang dan TKI disetop, karena fokus kita ialah pertanian lahan kering dan pariwisata,” katanya saat ditanya wartawan.

Baca Juga :  300 Warga NTT Melapor Belum Masuk DPT

Viktor menegaskan, NTT harus memiliki tenaga kerja yang terampil, namun bukan dikirim ke luar negara, melainkan bekerja di negeri sendiri. “Saya akan pergi ke Malaysia untuk mengajak saudara-saudara kita yang bekerja sebagai buruh, kembali bangun NTT. Mereka kembali sebagai owner (pemilik) di tanah mereka sendiri,” tandasnya. (mi)

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda