Home / Daerah / Gubernur VBL Serius Urus Stunting di TTU

Gubernur VBL Serius Urus Stunting di TTU

Foto:: Very Guru
Foto:: Very Guru

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kefamenanu–Secara matematis angka stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sebesar 42% dibandingkan dengan kabupaten lainnya yang ada di Provinsi NTT.

“Saya sangat serius untuk urus stunting di TTU. Angka 42% ini harus diurus secara seriua. Saya harap para tokoh agama juga dapat mengambil peran untuk urus stunting,” tandas Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di depan peserta Rapat Kerja (Raker) bersama Bupati TTU, para camat, para lurah dan kepala desa, para tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di Balai Biinmafo Kefamenanu, Rabu (12/02/2020).
Ikut hadir sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT, tenaga ahli gubernur, Dr. David B.W. Pandie, MS, Dr. Imanuel Blegur, unsur Forkompinda Kabupaten TTU, Ketua DPRD TTU, Hendrikus Bana, SH dan undangan lainnya.

Baca Juga :  2.500 Rumah Tangga di Nusa Tenggara Terima Sambungan Listrik Gratis

Gubernur berharap kepada para medis atau tenaga kesehatan untuk memperhatikan secara serius ibu-ibu hamil yang di luar pernikahan sah.

“Anak yang dilahirkan dari pasangan yang tidak sah ini harus diurus. Pustu harus jadi one stop service; pihak Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) juga harus ada di Pustu sehingga anak-anak ini bisa diurus administrasinya dan bisa mendapat intervensi dari pemerintah. Sehingga angka stunting ini bisa turun,” jelas Gubernur VBL.

“Saya dorong Pemkab TTU untuk sungguh-sungguh memperhatikan stunting. Karena stunting ini juga mempermalukan provinsi,” tambah mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI.

Jika urusan stunting ini tidak diperhatikan secara serius, sebut Gubernur VBL maka impian besar NTT Bangkit NTT Sejahtera hanya semboyan yang enak didengar tapi tidak pernah diwujudnyatakan. “Karena generasi kita adalah generasi stunting,” tegas Gubernur dan mengaku,

Baca Juga :  PLN NTT Gelar Simulasi Tanggap Darurat

“Ini bukan kesalahan pemerintah dan gereja saja tapi kesalahan kita semua.”
Di tempat yang sama, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt melaporkan kondisi yang dihadapi Pemkab TTU beberapa tahun kedepan.

“Ada 11 kecamatan di Kabupaten TTU yang terancam gagal tanam karena curah hujan yang tidak baik. Karena itu, sekitar September 2021 kita akan mengalami paceklik. Kami mohon perhatian dan bantuan dari Bapak Gubernur untuk mengatasi hal ini,” kata Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi NTT.
(Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT).

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button

Komentar Anda